Noni Hidayat Arsani Tekankan Pentingnya Lingkungan Bersih dan Siaga Mitigasi Bencana di Pesisir

Ketua TP PKK Noni Hidayat Arsani Edukasi Warga soal Pentingnya Pola Hidup Bersih di Kawasan Pesisir dan Risiko Bencana. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)
Ketua TP PKK Noni Hidayat Arsani Edukasi Warga soal Pentingnya Pola Hidup Bersih di Kawasan Pesisir dan Risiko Bencana. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Pangkalpinang, lawangpos.com – Hidup di wilayah pesisir memiliki tantangan tersendiri, mulai dari ancaman banjir rob, abrasi, hingga risiko penyakit akibat lingkungan yang kurang bersih.

Melihat kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Belitung (Babel) bersinergi bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Babel menggelar sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mitigasi bencana.

Kegiatan yang berlangsung di Halaman Aset Kota, Pantai Pasir, itu mengusung tema “Melalui Kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi Kita Wujudkan Masyarakat Pesisir yang Tangguh Bencana Menuju Babel Berdaya”, dan diikuti masyarakat pesisir yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, Selasa (6/5/2026).

Mengubah Kebiasaan demi Kesehatan Keluarga

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Babel, Noni Hidayat Arsani, menyampaikan bahwa masyarakat pesisir hidup di tengah ancaman yang dapat datang tanpa aba-aba, mulai dari banjir rob, cuaca ekstrem, hingga persoalan lingkungan yang kurang sehat.

Aksi Hijau Pemkab Bangka dan PT TIMAH Tanam Pohon di Kolong AKHLAK Air Kantung

Menurutnya, kebiasaan membuang sampah ke aliran air serta penggunaan jamban yang langsung mengarah ke perairan masih menjadi persoalan yang dapat memicu penyakit seperti diare dan demam berdarah dengue (DBD).

“Masalah terbesar PHBS di pesisir bukan tidak tahu, tapi sudah biasa. Bapak dan Ibu, kita tahu cuci tangan penting, tapi kadang air bersih sulit dan kebiasaan buang sampah ke muara sudah turun-temurun. Nah, kebiasaan ini sudah harus kita tinggalkan ya Bapak/Ibu. Karena, tumpukan sampah akan membawa penyakit bagi keluarga kita,” tuturnya.

Kesiapsiagaan Menjadi Bagian Penting

Lebih lanjut, Noni menjelaskan bahwa selain kesehatan lingkungan, kebutuhan mendesak lainnya dalam 10 program pokok PKK adalah kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Menurutnya, upaya mitigasi tidak dapat dilakukan setelah bencana datang, melainkan harus dipersiapkan sejak dini melalui pemetaan keluarga rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita agar menjadi prioritas evakuasi ketika terjadi bencana.

Pemprov Babel Tancap Gas Optimalkan Korsupgah KPK 2026, Target Antikorupsi Naik

“Sebagai mitra pemerintah yang paling dekat dengan sumur, dapur, dan kasur warga, kami PKK mengisi ruang kosong yang tidak terjangkau program formal. Mari kita bersama mengubah ibu rumah tangga jadi manajer risiko keluarga. Agar keluarga kita selamat,” pungkasnya. (Rz)

Bagikan