
Misteri Motif Penembakan Akbar di Sukadamai, Korban dan MA Ternyata Sempat Bercanda

BANGKA SELATAN – Misteri di balik penembakan yang merenggut nyawa Akbar (42) di kawasan Sukadamai, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, masih menyisakan tanda tanya. Sebelum peristiwa tersebut terjadi, korban dan terduga pelaku berinisial MA (35) diketahui sempat duduk bersama, berbincang, bahkan bercanda seperti biasa.
Suasana yang semula berlangsung santai itu mendadak berubah ketika terdengar letusan senjata api di sebuah rumah kontrakan di Jalan Payak Ubi, Kelurahan Tanjung Ketapang, Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Akbar mengalami luka tembak di bagian kepala. Warga kemudian membawa korban ke Klinik Bakti Timah Toboali untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Hingga Kamis (29/10/2026), pihak kepolisian masih berusaha mengungkap alasan di balik penembakan tersebut. Terlebih, keterangan MA selama menjalani pemeriksaan disebut belum menunjukkan penjelasan yang konsisten mengenai motif perbuatannya.
Sempat Bercanda Sebelum Terdengar Tembakan
Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Agus Wijayanto, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan awal yang dihimpun penyidik, korban dan terduga pelaku telah saling mengenal.
Keduanya berada di rumah kontrakan bersama sejumlah orang sebelum peristiwa penembakan terjadi.
Bahkan, suasana pertemuan saat itu disebut berlangsung biasa, tanpa adanya keterangan awal mengenai pertengkaran yang mendahului letusan senjata api.
Keterangan sementaranya mereka datang ke situ, sempat bercanda dan mengobrol, lalu tiba-tiba terjadi penembakan. Ada tiga orang saksi yang saat ini sudah kita periksa,” jelasnya.
Penyidik telah memeriksa tiga orang saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian, termasuk keadaan sebelum tembakan dilepaskan.
Keterangan para saksi menjadi bagian penting dalam upaya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di antara korban dan terduga pelaku.
Ternyata Memiliki Hubungan Keluarga
Di tengah penyelidikan, terungkap pula bahwa Akbar dan MA bukan sekadar saling mengenal.
Berdasarkan keterangan anggota keluarga korban, Baharudin, keduanya memiliki hubungan kekerabatan karena Akbar pernah menikah dengan adik MA.
Dengan demikian, Akbar merupakan mantan kakak ipar terduga pelaku.
Hubungan keluarga tersebut turut menjadi bagian dari informasi yang mengemuka setelah peristiwa penembakan.
Namun, belum ada kepastian apakah hubungan kekerabatan itu berkaitan dengan motif penembakan yang menewaskan Akbar.
Pengakuan MA Berubah-ubah, Motif Masih Misteri
Kapolda Babel menjelaskan bahwa penyidik masih mendalami alasan MA diduga melakukan penembakan.
Walaupun MA disebut telah mengakui perbuatannya, keterangan mengenai penyebab kejadian masih berubah ketika kembali ditanyakan oleh petugas.
Motif sampai saat ini kita dalami, karena berubah-ubah keterangannya. Tadi malam apa, berikutnya ditanya apa, sehingga kita sedang mendalami motifnya sebenarnya apa ini,” katanya, Kamis (29/10/2026).
Dalam pemeriksaan setelah penangkapan, polisi juga melakukan tes urine terhadap MA. Hasilnya menunjukkan adanya kandungan narkoba.
Kendati demikian, hasil pemeriksaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa pengaruh narkoba menjadi penyebab penembakan.
Penyidik masih perlu mencocokkan keterangan terduga pelaku dengan kesaksian orang-orang yang berada di lokasi serta bukti lainnya.
Senjata Api Masih Menjadi Bagian Penyelidikan
Selain mendalami motif, kepolisian turut menelusuri keberadaan senjata api yang diduga digunakan dalam penembakan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan proyektil yang ditemukan saat autopsi korban, senjata tersebut diduga merupakan revolver rakitan.
Sementara itu, MA mengaku telah membuang senjata api ke laut di belakang rumah korban.
Namun, keterangan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pencarian dan pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik.
Kapolda memastikan proses hukum akan terus berjalan guna mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan Akbar kehilangan nyawa.
Pihak kepolisian juga menyatakan akan memberikan perlindungan kepada keluarga korban selama penanganan perkara berlangsung.
Dengan demikian, meskipun terduga pelaku telah diamankan, pertanyaan mengenai alasan penembakan masih belum terjawab secara pasti.
Apa yang sesungguhnya terjadi setelah korban dan MA sempat duduk bercanda, hingga pertemuan tersebut berakhir dengan kematian, masih menjadi bagian penting yang harus diungkap melalui penyidikan. (Rz)







