Lewati ke konten utama
Lawang Pos
★★★★★ Official app

Festival Kepemudaan 2026 Meriah, Prof. Udin: Panggung Ini Milik Anak Muda Pangkalpinang

Share:
Anggota Pramuka menampilkan atraksi kreatif dalam Festival Kepemudaan Kota Pangkal Pinang 2026 di Taman Wilhelmina, Sabtu (31/10/2026), sebagai wujud semangat dan kreativitas generasi muda dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda.
1 / 4
PANGKALPINANG – Semangat dan kreativitas generasi muda kembali mewarnai Kota Pangkal Pinang melalui Festival Kepemudaan Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Wilhelmina, Sabtu (31/10/2026) siang.

Beragam penampilan seni dan budaya, mulai dari tarian, cosplay hingga pertunjukan kreatif lainnya, turut menyemarakkan festival yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-269 Kota Pangkal Pinang, sekaligus mengenang semangat Hari Sumpah Pemuda.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Pangkal Pinang, Prof. Saparudin, bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna, jajaran perangkat daerah (PD), para camat se-Kota Pangkal Pinang, serta berbagai elemen masyarakat.

Panggung Kreativitas bagi Generasi Muda

Dalam sambutannya, Prof. Saparudin menyampaikan penghargaan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang telah menggagas festival tersebut.

Menurutnya, kegiatan kepemudaan seperti ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, melahirkan inovasi, serta memperkenalkan karya dan potensi yang selama ini mereka tekuni.

Tujuannya memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berkreasi, berinovasi dan menampilkan karya-karya mereka. Panggung ini adalah panggung anak-anak muda kita,” ujar Wali Kota yang akrab disapa Prof. Udin.

Ia menuturkan, penyelenggaraan festival pada Oktober memiliki makna tersendiri. Sebab, bulan tersebut dikenal sebagai Bulan Pemuda, yang di dalamnya terdapat peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober.

Mengenang Ikrar Persatuan Pemuda Bangsa

Pada kesempatan itu, Prof. Udin mengajak generasi muda menengok kembali perjalanan sejarah lahirnya Sumpah Pemuda pada 1928.

Di masa tersebut, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara, dengan bahasa dan kebudayaan yang berbeda, telah menunjukkan tekad bersama untuk membangun satu identitas kebangsaan Indonesia.

Bayangkan, pada waktu itu para pemuda dari seluruh Indonesia sudah memiliki kesadaran untuk bersatu. Mereka mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Ini menjadi pelajaran bahwa anak muda memiliki peran besar dalam membangun bangsa,” ungkapnya.

Menurutnya, bangsa Indonesia patut berbangga atas kesadaran para pemuda kala itu, yang dengan penuh keyakinan menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu tonggak penting yang mempersatukan keberagaman bahasa dan budaya dalam ikatan kebangsaan yang utuh.

Kalau tidak ada Sumpah Pemuda, mungkin orang Bangka berbicara dengan bahasa Bangka, orang Jawa menggunakan bahasa Jawa, sehingga tidak saling memahami. Tetapi karena ada kesepakatan para pemuda pada 1928, kita memiliki bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia,” tuturnya.

Setiap Anak Muda Memiliki Ruang untuk Berkarya

Di tengah kemeriahan festival, Prof. Udin turut memberikan apresiasi atas beragam penampilan yang dipersembahkan para peserta.

Perhatiannya tertuju pada kreativitas anggota pramuka yang tampil di atas panggung, serta komunitas penyandang tunarungu yang menghadirkan pertunjukan melalui bahasa isyarat.

Baginya, penampilan tersebut memperlihatkan bahwa setiap generasi muda memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk menunjukkan karya serta mengembangkan potensi diri.

Ada anak-anak pramuka yang biasanya beraktivitas di alam terbuka, sekarang tampil di panggung. Kemudian teman-teman tunarungu juga menampilkan sesuatu yang luar biasa melalui bahasa isyarat. Ini menunjukkan bahwa setiap anak muda memiliki potensi dan kesempatan untuk berkarya,” katanya.

Ia pun meminta Dinas Pemuda dan Olahraga agar terus melahirkan berbagai inovasi dan memperbanyak kegiatan kepemudaan, sehingga semakin luas kesempatan bagi anak-anak muda untuk menampilkan kemampuan sekaligus mengasah bakat yang dimiliki.

Ke depan saya berharap Dinas Pemuda dan Olahraga terus membuat inovasi-inovasi dan menghadirkan banyak aktivitas untuk anak-anak muda kita,” tegasnya.

Berani Bermimpi, Menyongsong Masa Depan

Menjelang akhir sambutannya, Prof. Udin menyampaikan pesan kepada generasi muda Pangkal Pinang agar tidak gentar menggantungkan cita-cita setinggi mungkin.

Ia mengajak anak-anak muda untuk berani merancang masa depan dengan impian besar, tanpa membatasi kemampuan dan harapan yang ingin diwujudkan.

“Anak-anak muda harus berani bermimpi. Seperti pesan Bung Karno, bermimpilah setinggi langit. Kalau engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang,” ungkapnya. (Rz)

Sumber: lawangpos.com
Share:

Berita Lainnya

Perkuat Perlindungan Warga, Pemkot Pangkalpinang dan Imigrasi Babel Sepakati Kerja Sama Pencegahan TPPO hingga Keberangkatan Ilegal ke Luar Negeri Lawang Pos Perkuat Literasi Kripto di UMBB, Dorong Generasi Muda Melek Ekonomi Digital

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Warta PT TimahWarta PT Timah