Lewati ke konten utama
Lawang Pos
★★★★★ Official app

Kebakaran Dusun Serdang Hanguskan 264 Rumah dan 50 Gedung Walet, Titik Api Masih Ditemukan

Share:

BANGKA SELATAN – Kebakaran besar yang melanda Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, mengakibatkan kerusakan ratusan bangunan. Hingga Senin (12/10/2026) pukul 16.00 WIB, sebanyak 264 rumah dan 50 gedung walet dilaporkan terbakar.

Bencana tersebut berdampak pada kawasan seluas sekitar 8,3 hektare. Hingga Senin sore, situasi di lokasi belum sepenuhnya terkendali karena petugas gabungan masih menemukan sejumlah titik api yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Di tengah proses pemadaman, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak, termasuk masyarakat yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Bangka Selatan, AKP Edi Purwanto, mengatakan angka kerusakan tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang dihimpun bersama perangkat desa.

Menurut Edi, petugas masih berkoordinasi dengan ketua RT, kepala dusun, dan unsur pemerintah desa untuk memastikan jumlah bangunan yang terbakar serta warga yang membutuhkan penanganan.

“Berdasarkan hasil rapat jumlah rumah yang terbakar sampai saat ini sebanyak 264 unit,” kata Edi, Senin (12/10/2026).

Pendataan juga dilakukan terhadap warga yang mengungsi di sejumlah lokasi, mulai dari masjid, sekolah dasar, hingga rumah kerabat maupun masyarakat sekitar.

Ratusan Personel Dikerahkan, Empat Dapur Umum Beroperasi

Penanganan kebakaran melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan kepolisian dan instansi terkait.

Sebanyak 100 personel dari Polres Bangka Selatan, Polda Kepulauan Bangka Belitung, dan Brimob diterjunkan untuk membantu penanganan di kawasan terdampak.

Personel tersebut bertugas mendukung proses penanganan kebakaran sekaligus membantu kebutuhan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

Menurut Edi, koordinasi dengan pemerintah desa terus dilakukan untuk memperbarui data pengungsi dan memastikan bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Selain dukungan personel, empat dapur umum disiapkan di sekitar lokasi kebakaran untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak.

Pengoperasian dapur umum melibatkan sejumlah unsur, termasuk Brimob Polda Kepulauan Bangka Belitung, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan darurat, terutama bagi warga yang masih bertahan di tempat pengungsian sementara.

Titik Api Belum Padam, Petugas Terus Lakukan Pemadaman

Sementara bantuan bagi warga terus disalurkan, upaya pemadaman di kawasan kebakaran juga belum dihentikan.

Sejumlah titik api masih ditemukan di beberapa bagian lokasi terdampak hingga Senin sore. Kondisi tersebut membuat petugas gabungan tetap bersiaga untuk mencegah kebakaran kembali meluas.

Tiga unit mobil pemadam kebakaran disiagakan untuk menangani titik api yang masih aktif.

Operasi pemadaman turut mendapat dukungan dari petugas Damkar kabupaten, unsur Kodim, serta kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) dari Direktorat Samapta Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama Brimob.

Menurut Edi, petugas terus melakukan penanganan di titik-titik yang masih menunjukkan aktivitas api. Langkah tersebut diperlukan mengingat kawasan terdampak cukup luas dan proses pemadaman belum sepenuhnya selesai.

Selain memastikan pengendalian api, petugas juga berupaya menjaga keamanan masyarakat di sekitar lokasi bencana.

Kawasan Ditetapkan Siaga Bencana, Warga Diminta Gunakan Masker

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah menetapkan kawasan terdampak kebakaran sebagai wilayah siaga bencana melalui surat keputusan bupati.

Penetapan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam mendukung penanganan kondisi darurat di Dusun Serdang.

Di sisi lain, masyarakat yang memasuki kawasan kebakaran diminta memperhatikan risiko kesehatan akibat paparan asap dan debu yang masih berada di sekitar lokasi.

Edi menegaskan bahwa penggunaan masker diwajibkan bagi siapa pun yang memasuki kawasan terdampak sebagai langkah perlindungan kesehatan.

Kondisi di lapangan masih memerlukan kewaspadaan, terutama karena proses pemadaman berlangsung bersamaan dengan pendataan kerusakan dan penanganan warga yang mengungsi.

Hingga pembaruan data Senin sore, jumlah 264 rumah dan 50 gedung walet yang terbakar masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring penyelesaian proses pendataan.

Petugas gabungan terus melanjutkan penanganan di lapangan dengan memprioritaskan pengendalian titik api, keselamatan masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. (*)

Sumber: lawangpos.com
Share:

Berita Lainnya

Pulihkan Psikologis Korban Kebakaran Dusun Serdang, Pemkab Bangka Selatan Terjunkan Dua Psikolog Korban Kebakaran Dusun Serdang Bisa Urus KTP dan KK di Posko, Disdukcapil Buka Layanan Sepekan

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Warta PT TimahWarta PT Timah