Lewati ke konten utama
Lawang Pos
★★★★★ Official app

Pulihkan Psikologis Korban Kebakaran Dusun Serdang, Pemkab Bangka Selatan Terjunkan Dua Psikolog

Share:

BANGKA SELATAN – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan tidak hanya memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba. Pemulihan kondisi psikologis warga, terutama anak-anak yang terdampak, turut menjadi perhatian dalam penanganan pascabencana.

Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pemerintah daerah menerjunkan dua tenaga psikolog untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengalami dampak emosional akibat peristiwa kebakaran tersebut.

Pendampingan dilakukan melalui pendekatan berbeda bagi orang dewasa dan anak-anak, dengan tujuan membantu korban mengelola emosi, mengurangi tekanan psikologis, serta mencegah munculnya dampak berkepanjangan.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Rudi Hartono, mengatakan layanan pendampingan psikologis menjadi bagian penting dari upaya pemulihan warga setelah mengalami musibah.

Menurut Rudi, kehadiran dua petugas psikolog di lokasi diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi situasi pascakebakaran dengan kondisi emosional yang lebih stabil.

Petugas juga memberikan ruang bagi korban untuk menyampaikan pengalaman, keluhan, maupun perasaan yang muncul setelah kejadian.

Pendampingan tersebut tidak terbatas pada kelompok usia tertentu. Baik orang dewasa maupun anak-anak mendapatkan perhatian sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Rudi berharap dukungan psikologis dapat membantu warga kembali merasa tenang dan secara bertahap menyesuaikan diri dengan keadaan setelah kebakaran, sebagaimana disampaikannya pada Senin (12/10/2026).

Anak-anak Jalani Terapi Bermain dan Menggambar

Penanganan psikologis terhadap anak-anak dilakukan dengan pendekatan khusus yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka dalam mengekspresikan perasaan.

Psikolog Klinis Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Alfian, menjelaskan bahwa anak-anak mendapatkan pendampingan melalui metode play therapy atau terapi bermain.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak bermain, menggambar, dan mengekspresikan emosi sebagai bagian dari proses pemulihan setelah mengalami peristiwa kebakaran.

Metode ini digunakan untuk membantu petugas memahami respons emosional anak sekaligus memberikan kesempatan bagi mereka menyampaikan pengalaman dengan cara yang lebih nyaman.

“Kepada anak-anak, kita lakukan play therapy atau terapi bermain, menggambar, dan mengekspresikan emosi dari kondisi serta perasaan yang dialami akibat kejadian kebakaran ini,” kata Alfian.

Menurut Alfian, pengalaman menghadapi kebakaran dapat menimbulkan respons emosional yang berbeda pada setiap anak. Karena itu, pendampingan perlu diberikan dengan mempertimbangkan kondisi psikologis masing-masing.

Melalui aktivitas bermain dan menggambar, petugas berupaya mengenali perasaan yang mungkin sulit disampaikan anak secara langsung melalui percakapan.

Pendekatan tersebut juga menjadi salah satu langkah untuk membantu anak-anak kembali merasa nyaman setelah menghadapi situasi yang menegangkan.

Konseling bagi Orang Dewasa, Cegah Dampak Berkepanjangan

Sementara itu, pendampingan terhadap korban dewasa dilakukan melalui konseling dasar sebagai bentuk dukungan psikologis awal.

Dalam proses tersebut, petugas memberikan kesempatan kepada warga untuk menceritakan pengalaman dan mengungkapkan perasaan setelah menghadapi kebakaran.

Menurut Alfian, konseling menjadi salah satu cara untuk membantu korban mengelola tekanan emosional sekaligus mengenali kebutuhan pendampingan lebih lanjut.

Perhatian terhadap kondisi psikologis dinilai penting karena dampak bencana tidak selalu terbatas pada kerusakan fisik maupun kehilangan harta benda.

Pengalaman menghadapi situasi darurat juga dapat memengaruhi ketenangan dan aktivitas sehari-hari masyarakat yang terdampak.

Oleh karena itu, pendampingan sejak tahap awal diharapkan mampu mengurangi risiko munculnya gangguan psikologis berkepanjangan, khususnya pada kelompok anak-anak.

Pemulihan Korban Tak Hanya Bantuan Fisik

Pelayanan psikologis menjadi bagian dari upaya penanganan pascakebakaran di Dusun Serdang, di samping pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan pelayanan kesehatan fisik.

Pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat memperoleh dukungan yang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan material, tetapi juga kondisi emosional setelah mengalami musibah.

Bagi anak-anak, pendampingan diharapkan membantu mereka kembali menjalani aktivitas dengan lebih nyaman. Sementara bagi orang dewasa, konseling menjadi sarana untuk mengurangi beban pikiran dan membantu proses penyesuaian terhadap kondisi pascabencana.

Melalui keterlibatan tenaga psikolog, pemerintah daerah berharap proses pemulihan warga terdampak kebakaran dapat berjalan lebih menyeluruh, dengan memperhatikan kebutuhan fisik dan psikologis masyarakat. (*)

Sumber: lawangpos.com
Share:

Berita Lainnya

Kebakaran Dusun Serdang Hanguskan 264 Rumah dan 50 Gedung Walet, Titik Api Masih Ditemukan Korban Kebakaran Dusun Serdang Bisa Urus KTP dan KK di Posko, Disdukcapil Buka Layanan Sepekan

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Warta PT TimahWarta PT Timah