Pangkalpinang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung terus mempererat koordinasi dengan Komando Resor Militer (Korem) 045/Garuda Jaya sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap keberadaan orang asing, mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO), serta menjaga keamanan dan stabilitas wilayah.
Penguatan hubungan antarlembaga tersebut dibahas dalam audiensi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung, Junita Sitorus, S.IP., M.Si., bersama jajaran ke Makorem 045/Garuda Jaya, Senin (24/8).
Kedatangan rombongan Kanwil Ditjen Imigrasi Babel diterima langsung oleh Danrem 045/Garuda Jaya, Brigjen TNI Nur Wahyudi, S.E., M.H., M.I.Pol., beserta jajaran di Ruang Audiensi Makorem 045/Garuda Jaya.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi kedua instansi untuk menyelaraskan langkah serta bertukar pandangan mengenai sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan pengawasan dan kondisi keamanan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Pengawasan WNA dan TKA Menjadi Perhatian
Dalam pertemuan itu, Kanwil Ditjen Imigrasi Babel dan Korem 045/Garuda Jaya membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan dinamika wilayah, terutama menyangkut keberadaan serta aktivitas warga negara asing (WNA).
Pembahasan turut mencakup keberadaan tenaga kerja asing (TKA) yang berada dan beraktivitas di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Pertukaran informasi serta koordinasi lintas instansi dipandang penting untuk menjaga agar keberadaan maupun kegiatan orang asing tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
Koordinasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung terciptanya keadaan wilayah yang aman dan kondusif.
Dengan komunikasi yang terjalin antarlembaga, berbagai informasi yang berkaitan dengan keberadaan dan aktivitas orang asing dapat dikoordinasikan secara lebih terarah sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing instansi.
Desa Binaan Imigrasi Didorong Perluas Pencegahan TPPO
Selain membahas pengawasan orang asing, Kanwil Ditjen Imigrasi turut memperkenalkan program Desa Binaan Imigrasi (DBI).
Program tersebut menjadi salah satu langkah preventif dalam mencegah tindak pidana perdagangan orang serta keberangkatan masyarakat ke luar negeri secara nonprosedural.
Saat ini, sekitar 20 desa dari sekitar 393 desa yang terdapat di Bangka Belitung telah ditetapkan sebagai Desa Binaan Imigrasi.
Keberadaan program tersebut diarahkan untuk mendekatkan edukasi keimigrasian kepada masyarakat, terutama berkaitan dengan bahaya TPPO dan risiko keberangkatan ke luar negeri yang tidak melalui prosedur sebagaimana mestinya.
Dalam pembahasan itu, peluang kerja sama antara Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) dan Babinsa turut menjadi perhatian.
Sinergi keduanya dipandang dapat memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya TPPO sekaligus memberikan pemahaman mengenai risiko yang dapat timbul dari keberangkatan ke luar negeri tanpa mengikuti prosedur yang benar.
Kerja bersama antara petugas imigrasi dan unsur kewilayahan tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan langsung di tengah masyarakat.
Pertukaran Informasi Perlintasan Turut Dibahas
Audiensi juga menyentuh sejumlah hal yang berkaitan dengan pengawasan terhadap perlintasan orang.
Pembahasan mencakup pertukaran informasi antarinstansi, pemanfaatan aplikasi Subject of Interest, kewenangan cegah dan tangkal, serta sejumlah isu yang berhubungan dengan keamanan wilayah.
Pertukaran informasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pengawasan, terutama agar setiap perkembangan yang memiliki kaitan dengan perlintasan orang dapat dikoordinasikan secara tepat.
Pemanfaatan berbagai instrumen pengawasan yang telah tersedia turut menjadi bagian dari pembicaraan guna memperkuat pelaksanaan tugas sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Melalui koordinasi tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi Babel dan Korem 045/Garuda Jaya berupaya menjaga keterhubungan informasi serta menyelaraskan langkah dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkaitan dengan pengawasan orang asing dan keamanan wilayah.
Sinergi Diharapkan Semakin Kukuh
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, dengan pembahasan yang diarahkan pada penguatan koordinasi serta kerja sama antara kedua instansi.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan antara Kanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung dan Korem 045/Garuda Jaya.
Sinergi antarlembaga diharapkan tidak hanya memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing dan tenaga kerja asing, tetapi juga memperluas langkah pencegahan terhadap TPPO serta keberangkatan masyarakat ke luar negeri secara nonprosedural.
Melalui keterpaduan informasi, pengawasan, dan edukasi kepada masyarakat, kedua instansi diharapkan dapat terus mendukung pelaksanaan tugas masing-masing dalam menjaga keamanan serta stabilitas wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Koordinasi antara Kanwil Ditjen Imigrasi Kepulauan Bangka Belitung dan Korem 045/Garuda Jaya diharapkan semakin kukuh dalam memperkuat pengawasan orang asing, mencegah TPPO, serta mendukung terpeliharanya keamanan dan stabilitas wilayah Kepulauan Bangka Belitung. (Rz)



