BANGKA TENGAH – PT TIMAH (Persero) Tbk terus meneguhkan dukungannya terhadap peningkatan mutu pendidikan di wilayah operasional perusahaan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Komitmen tersebut diwujudkan dengan memberikan bantuan pembangunan sarana literasi bagi SMPN 2 Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah.
Bantuan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan itu diharapkan dapat memperkuat ketersediaan fasilitas sekolah. Kehadirannya dapat menjadi ruang bagi para siswa untuk mengembangkan kreativitas, menyalurkan minat dan bakat, serta menunjang proses pendidikan dengan lebih baik.
Fasilitas pendidikan yang memadai merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar. Melalui bantuan tersebut, sekolah diharapkan mampu memperkuat kapasitasnya dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada para siswa.
Ruang Literasi bagi Tumbuhnya Potensi Siswa
Kepala SMPN 2 Simpang Katis, R Budiharto, menyampaikan apresiasi atas dukungan PT TIMAH dalam pembangunan fasilitas sekolah. Menurutnya, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi peserta didik dalam menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Ia memandang perhatian perusahaan terhadap dunia pendidikan sebagai bentuk dukungan nyata kepada sekolah dalam menyediakan fasilitas yang mampu menunjang proses pembelajaran.
“Dengan adanya bantuan fasilitas yang diberikan, ada banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengeluarkan potensi yang mereka miliki. Tentu dampak tersebut sangat berharga bagi kami,” ujar R Budiharto.
Menurutnya, fasilitas literasi yang dibangun dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi kemampuan sekaligus menyalurkan minat dan bakat mereka.
Kolaborasi Meringankan Pembangunan Sekolah
Dukungan tersebut turut mendapat apresiasi dari Ketua Komite SMPN 2 Simpang Katis, Manusta. Ia mengatakan bantuan PT TIMAH telah membantu meringankan beban sekolah dalam memenuhi kebutuhan pembangunan sarana pendidikan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pembangunan fasilitas baru belum selalu dapat dilaksanakan secara maksimal apabila hanya mengandalkan dana operasional sekolah.
“Kalau mengharapkan dari dana BOS mungkin masih kurang untuk pembangunan panggung literasi ini. Adanya bantuan dari PT TIMAH dapat meringankan pembangunan untuk kemajuan SMP ini,” katanya.
Ia menilai kolaborasi antara sekolah, masyarakat, dan dunia usaha seperti PT TIMAH sangat diperlukan untuk mendukung pengembangan infrastruktur pendidikan.
Dengan tersedianya fasilitas literasi yang lebih baik, ia berharap siswa SMPN 2 Simpang Katis memiliki ruang yang semakin luas untuk belajar, berkarya, serta mengembangkan karakter dan kompetensi.
“Harapannya bantuan ini dapat mendukung lahirnya peserta didik yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing, baik di dalam maupun di luar negeri,” tutupnya. (Rz)




