Tak Sekadar Menjual Wewangian, Rizky Parfume Tumbuh Menjadi UMKM Sukses Berkat Semangat Belajar dan Dukungan PT TIMAH

PANGKALPINANG – Aroma parfum telah menjadi bagian dari perjalanan hidup Dewi dan suaminya, Saparudin. Namun, jauh sebelum memiliki toko dengan ratusan pilihan aroma dan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan, keduanya memulai usaha dari rumah dengan langkah sederhana dan semangat untuk terus belajar.

Pada tahun 2018, rasa penasaran serta kejelian melihat peluang usaha membawa Dewi terjun ke bisnis minyak wangi. Bersama sang suami, ia mulai menawarkan parfum kepada orang-orang terdekat, termasuk rekan kerja di kantor tempat mereka bekerja sebelumnya.

Perlahan namun pasti, usaha kecil yang dirintis dari rumah mulai menunjukkan perkembangan. Dengan dukungan pendanaan dari PT TIMAH (Persero) Tbk, Dewi memberanikan diri membuka toko parfum pertamanya.

“Awalnya kami membuka toko dekat Masjid At-Taqwa di Jalan Depati Hamzah. Kemudian kami pindah ke lokasi saat ini karena tempatnya lebih luas,” ujar Dewi.

Kini, Rizky Parfume yang berlokasi di Jalan Depati Hamzah, Air Itam, Kota Pangkalpinang, telah bertahan selama delapan tahun. Bahkan, pada tahun 2020, Dewi dan suaminya berhasil membuka cabang kedua di Kecamatan Pangkal Balam.

Donor Darah PT TIMAH Disambut Antusias, Puluhan Kantong Darah Terkumpul untuk Bantu Penuhi Kebutuhan PMI Bangka Selatan

Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa sebuah usaha yang berawal dari rasa penasaran dapat berkembang ketika dikelola dengan konsisten dan mendapat dukungan yang tepat.

Bertumbuh Bersama Semangat Belajar

Saat pertama kali membuka usaha, Dewi hanya menyediakan sekitar 40 hingga 50 varian aroma parfum. Seiring berjalannya waktu, jumlah tersebut berkembang menjadi sekitar 200 varian aroma yang dapat dipilih pelanggan.

“Dulu kami hanya menyediakan 40 sampai 50 varian aroma parfum. Sekarang sudah ada sekitar 200 varian aroma parfum yang siap dijual,” katanya.

Bagi Dewi, perkembangan usaha bukan hanya terlihat dari bertambah luasnya toko maupun banyaknya pilihan produk. Ia juga merasakan perubahan dalam cara mengelola bisnis.

Sebagai mitra binaan PT TIMAH, Dewi memperoleh berbagai edukasi dan pelatihan mengenai pengelolaan usaha. Bekal pengetahuan tersebut menjadi bagian penting dalam mengembangkan Rizky Parfume secara bertahap.

“PT TIMAH memberikan pemahaman tentang cara mengelola dan menjalankan usaha melalui berbagai pelatihan yang diadakan. Hal ini tentu sangat bermanfaat untuk meningkatkan usaha yang kami jalankan,” ungkapnya.


Meracik Peluang dari Setiap Aroma

Salah satu keunggulan Rizky Parfume ialah layanan meracik parfum sesuai aroma yang diinginkan pelanggan.

Dewi dan suaminya menyediakan beragam pilihan, mulai dari aroma parfum ternama, aroma yang unik, hingga wangi yang sedang diminati. Pelanggan juga dapat meminta racikan sesuai dengan selera masing-masing.

Layanan Kesehatan Gratis PT TIMAH Jadi Magnet di Bangka Selatan, Ratusan Warga Datang untuk Cek Kesehatan dan Konsultasi

Bahan baku parfum diperoleh dari agen, kemudian diracik berdasarkan pengetahuan yang mereka pelajari. Dalam prosesnya, Rizky Parfume juga menggunakan bahan dengan kualitas terbaik.

“Bahan baku parfum didapatkan dari agen, kemudian kami racik berdasarkan cara-cara yang telah kami pelajari dari agen,” jelas Dewi.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam menjalankan usaha parfum adalah mengenali ratusan aroma yang tersedia. Setiap pelanggan memiliki selera yang berbeda sehingga pemahaman terhadap karakter setiap aroma menjadi hal yang sangat penting.

“Biasanya kami mengaitkan aroma dengan sesuatu yang sudah familiar, seperti aroma buah-buahan atau bunga. Dengan begitu, lebih mudah untuk menghafalnya,” ujarnya.

Seiring waktu, Rizky Parfume terus berkembang. Selain melayani pelanggan secara langsung di toko, Dewi juga memanfaatkan jaringan reseller serta kanal digital untuk memperluas pemasaran.

Pelanggan dapat melakukan pembelian melalui WhatsApp, Facebook, maupun Instagram. Berbagai promo dan kupon juga dihadirkan untuk menarik pelanggan agar kembali berbelanja.

Rizky Parfume menyediakan parfum dalam berbagai ukuran, mulai dari botol 7,5 mililiter hingga 100 mililiter. Harganya pun beragam, mulai dari Rp18 ribu hingga Rp400 ribu.

Dari usaha yang dahulu dirintis dalam skala kecil, kini Rizky Parfume mampu membukukan omzet puluhan juta rupiah setiap bulan. Pencapaian tersebut meningkat empat kali lipat dibandingkan masa awal usaha.

Bagi Dewi, capaian itu menjadi bukti bahwa usaha kecil dapat terus berkembang apabila dijalankan dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar.

Pendampingan yang diberikan PT TIMAH juga menjadi bagian penting dalam perjalanan usahanya. Tidak hanya dukungan permodalan, berbagai pelatihan dan edukasi yang diterima turut memperluas wawasannya dalam mengelola bisnis.

“Harapan saya, PT TIMAH ke depannya tetap berkembang dan terus membina mitra binaannya dengan memberikan berbagai pelatihan. Semoga PT TIMAH sukses selalu dan jaya selalu,” tuturnya.

Kini, di balik deretan aroma yang memenuhi etalase Rizky Parfume, tersimpan perjalanan panjang Dewi dalam membangun usaha, mulai dari merintis di rumah, membuka toko pertama, hingga memiliki cabang usaha.

Perjalanan Dewi menunjukkan bahwa naik kelas bagi UMKM bukanlah proses yang instan. Diperlukan keberanian untuk memulai, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan yang membantu pelaku usaha melangkah lebih jauh. (Rz)

Bagikan

×
×