PANGKALPINANG – Tangis Gavriel (10) tak dibiarkan berlalu begitu saja. Bocah yang diduga menjadi korban kekerasan fisik dan penelantaran itu kini mendapat pendampingan dari Banteng Muda Indonesia (BMI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Ketua Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang, Dio Febrian.
Dipimpin Ketua BMI Babel, Bayu Hardianto, jajaran BMI turun langsung menemui Gavriel untuk memastikan kondisi kesehatannya sekaligus memberikan dukungan dan pendampingan agar proses pemulihan korban dapat berjalan hingga tuntas. Kehadiran mereka menjadi wujud kepedulian terhadap perlindungan anak sekaligus penolakan terhadap segala bentuk kekerasan.

Foto: Rombongan BMI Bangka Belitung tiba di kediaman Gavriel untuk memberikan pendampingan dan mengawal proses pemulihan korban kekerasan.
Tak Ingin Korban Berjuang Sendiri
Bayu menegaskan, pendampingan terhadap Gavriel bukan sekadar kunjungan, melainkan bentuk komitmen BMI Babel untuk memastikan korban mendapatkan haknya atas kesehatan, perlindungan, dan pendidikan.
“Kami hari ini secara konkret menolak kekerasan, dengan membantu adik Gavriel yang mengalami kekerasan fisik dari orang tua. Kami akan membantu pengobatan sampai sembuh dan merencanakan sekolah untuk adik kita. Kami BMI akan kawal sampai tuntas,” tegas Bayu.
Menurutnya, setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang. Karena itu, BMI Babel memilih hadir langsung untuk memberikan pendampingan agar Gavriel tidak menghadapi persoalannya seorang diri.

Foto: Ketua BMI Babel Bayu Hardianto bersama Dio Febrian menegaskan komitmen untuk mendampingi Gavriel hingga pulih dan dapat kembali mengenyam pendidikan.
Sinergi Mengawal Masa Depan Gavriel
Dalam kegiatan tersebut, Dio Febrian turut mendampingi Bayu Hardianto dan jajaran BMI Babel melihat langsung kondisi Gavriel. Keduanya berkomitmen mengawal penanganan kasus tersebut agar tidak berhenti pada perhatian sesaat, tetapi benar-benar memberikan perlindungan dan harapan baru bagi masa depan korban.
Selain memastikan proses pengobatan berjalan dengan baik, BMI Babel juga akan mengupayakan agar Gavriel dapat kembali mengenyam pendidikan setelah kondisinya pulih. Langkah itu menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi.
Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan
Bagi BMI Babel, organisasi kepemudaan tidak hanya menjadi wadah kaderisasi, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan menjadi bagian dari komitmen organisasi dalam memperjuangkan nilai-nilai gotong royong, solidaritas, dan keberpihakan kepada kelompok yang membutuhkan perlindungan.
Pendampingan terhadap Gavriel menjadi bukti bahwa kepedulian tidak cukup diwujudkan melalui kata-kata. Melalui aksi nyata, BMI Babel ingin memastikan setiap anak yang menjadi korban kekerasan mendapatkan perhatian, perlindungan, serta kesempatan untuk kembali menata masa depannya. (Rz)





