PANGKALPINANG – Di balik langkahnya menempuh pendidikan melalui Program Kelas Beasiswa PT TIMAH (Persero) Tbk, tersimpan harapan besar dalam diri Aikal, warga Desa Tugang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Kesempatan yang diraihnya menjadi jalan untuk menata masa depan sekaligus membahagiakan kedua orang tuanya.
Siswa SMP Negeri 2 Jebus, Kabupaten Bangka Barat, itu memanfaatkan beasiswa pendidikan dari PT TIMAH sebagai bekal untuk meraih cita-cita. Keterbatasan ekonomi keluarga tidak menyurutkan semangatnya. Sebaliknya, keadaan tersebut menjadi dorongan untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh.
Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Aikal berhasil menjadi satu dari 36 siswa yang lolos seleksi Program Kelas Beasiswa PT TIMAH Tahun Ajaran 2026/2027 dan kini telah memulai pendidikan di SMAN 1 Pemali.
Bagi Aikal, keberhasilan tersebut bukan sekadar kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik. Lebih dari itu, ia ingin membuktikan kepada kedua orang tuanya bahwa doa dan dukungan yang selama ini diberikan tidak pernah sia-sia.
Langkah Menuju Cita-cita
Ayah Aikal sehari-hari bekerja sebagai pedagang ikan keliling, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Di tengah keterbatasan ekonomi, keduanya senantiasa mendorong Aikal agar terus belajar dan berusaha meraih masa depan yang lebih baik.
“Orang tua mendukung dan memotivasi saya untuk mendaftar. Alhamdulillah ternyata saya diterima dan orang tua pun ikut bangga,” ujar Aikal.
Aikal pertama kali mengetahui informasi mengenai program beasiswa tersebut dari gurunya di sekolah. Setelah memperoleh dukungan dari keluarga, ia pun mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan penuh kesungguhan.
Tahapan seleksi akademik menjadi tantangan tersendiri baginya. Untuk mempersiapkan diri, Aikal meningkatkan intensitas belajar serta berdiskusi dengan para alumni guna memperoleh gambaran mengenai soal dan proses seleksi.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Aikal berhasil melewati seluruh proses seleksi dan memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di Pemali Boarding School.
Menurutnya, program tersebut memberikan banyak manfaat. Selain memperoleh akses pendidikan yang lebih baik, ia juga memiliki kesempatan untuk bertemu dengan teman-teman dari berbagai daerah serta belajar hidup lebih mandiri.
“Bisa sekolah di sini membuat saya punya banyak teman dan belajar mandiri. Program ini juga sangat membantu kondisi ekonomi keluarga,” tuturnya.
Menjalani pendidikan di asrama membuat Aikal harus beradaptasi dengan kehidupan yang jauh dari orang tua. Namun, ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses untuk tumbuh dan berkembang.
Semangat belajar serta keinginan meraih cita-cita menjadi bekalnya dalam menapaki hari-hari di Pemali Boarding School. Bagi Aikal, setiap proses yang dijalani saat ini merupakan bagian dari perjuangan untuk mewujudkan harapan di masa depan. Ia ingin terus belajar dan suatu hari nanti dapat memberikan kebahagiaan bagi kedua orang tuanya.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada PT TIMAH lewat program Kelas Beasiswa yang telah membantu dan menerima saya menjadi salah satu siswa di sini,” katanya.
Membuka Jalan Generasi Berprestasi
Program Kelas Unggulan Pemali Boarding School merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT TIMAH Tbk di bidang pendidikan.
Program tersebut ditujukan bagi pelajar berprestasi yang memiliki potensi akademik, namun menghadapi keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.
Melalui program beasiswa ini, sebanyak 36 siswa berhasil lolos seleksi dan memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di Pemali Boarding School.
Program tersebut menjadi salah satu upaya PT TIMAH dalam memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan. (Rz)





