“Kalau ini baik, bagus, otomatis yang lain harus mengikuti, khususnya enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Bangka Belitung, termasuk provinsi juga,” ujarnya.
Dengan demikian, perjalanan PKP SMART di Kota Pangkalpinang tidak hanya menjadi bagian dari pengembangan pelayanan di tingkat kota, melainkan juga akan menjadi perhatian dalam melihat kemungkinan penerapan sistem serupa di wilayah lain.
Pemkot Ingin Pelayanan Cepat, Transparan dan Efisien
Sementara itu, Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin mengatakan kehadiran PKP SMART merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan efisien.
Ia berharap Super Apps tersebut dapat membantu memangkas birokrasi sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan melalui satu genggaman.
“Kehadiran PKP SMART ini adalah bentuk komitmen kita untuk memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan efisien,” kata Saparudin.
Menurutnya, seluruh layanan publik di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang diharapkan dapat terintegrasi dengan baik.
Integrasi tersebut diarahkan agar manfaat digitalisasi pelayanan pemerintahan dapat dirasakan masyarakat secara langsung, seiring dengan semakin terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan yang disediakan pemerintah kota.
Saparudin juga meminta seluruh instansi di lingkungan Pemkot Pangkalpinang untuk turut mengawal pemanfaatan PKP SMART.
Mulai dari tingkat dinas hingga kecamatan dan kelurahan, seluruh unsur pemerintahan diharapkan mengambil bagian agar penggunaan aplikasi dapat berjalan secara optimal dan kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga secara konsisten.
Tiga Fitur Telah Tersedia
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pangkalpinang Dedy Ristrianto menjelaskan, pengembangan PKP SMART dilakukan secara bertahap sesuai dengan arahan Wali Kota Pangkalpinang.
Pada tahap sekarang, aplikasi tersebut telah memiliki tiga fitur utama. Ketiganya meliputi kanal berita, layanan pajak online, serta e-parking.
Sementara itu, berbagai layanan lainnya masih berada dalam tahap pengembangan dan akan dimasukkan secara bertahap ke dalam Super Apps tersebut.
“Target pertama kan super app-nya dulu, lalu baru masuk ke jenis-jenis layanan yang lainnya,” jelas Dedy.
Tahapan tersebut dilakukan dengan terlebih dahulu membangun wadah utama berupa Super Apps, sebelum berbagai jenis pelayanan lainnya dimasukkan dan dihubungkan ke dalam sistem.
Dengan pola pengembangan secara bertahap, PKP SMART diarahkan menjadi tempat berhimpunnya berbagai kebutuhan pelayanan pemerintahan yang dapat diakses masyarakat melalui satu aplikasi.
Dikembangkan Mandiri oleh Diskominfo
Hal lain yang menjadi bagian dari pengembangan PKP SMART ialah pengerjaannya yang dilakukan secara mandiri oleh jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pangkalpinang.
Pengembangan aplikasi tersebut tidak menggunakan jasa pengembang aplikasi dari pihak luar.
Dalam proses pengerjaannya, terdapat lima programmer yang menjadi bagian dari tim utama. Mereka turut mendapat dukungan dari tim teknis lainnya di lingkungan Diskominfo Kota Pangkalpinang.
Selain itu, seluruh unit kerja terkait juga dilibatkan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses membangun sistem yang nantinya menaungi berbagai bentuk pelayanan pemerintah kota.
Dedy menambahkan bahwa pemeliharaan, perawatan, hingga pengembangan PKP SMART pada masa mendatang telah menjadi bagian dari program serta pekerjaan rutin Diskominfo.
Dengan demikian, pekerjaan tersebut tidak dibebankan sebagai biaya khusus di luar kegiatan dinas.
“Maintenance, perawatan, pengembangan, itu bagian dari tugas-tugas keseharian kita,” ujarnya.
Berbagai Aplikasi Akan Dihimpun dalam Satu Wadah
Pengembangan PKP SMART tidak berhenti pada penyediaan fitur pelayanan baru. Ke depan, Super Apps tersebut juga akan diarahkan menjadi wadah integrasi bagi berbagai aplikasi yang sebelumnya telah dimiliki organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Dengan pengintegrasian tersebut, berbagai aplikasi yang selama ini berdiri sendiri akan dihimpun dalam satu wadah agar akses pelayanan dapat menjadi lebih sederhana bagi masyarakat.
Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkot Pangkalpinang menata pelayanan digital agar berbagai kebutuhan masyarakat tidak tersebar pada banyak jalur yang berbeda.
“Semua akan kita integrasikan di super app ini untuk memudahkan pelayanan ke depannya,” pungkas Dedy.








