Pemprov Babel Buka PKA 2026, Siapkan Pemimpin Birokrasi Digital Berdaya Saing

Pemprov Babel Buka PKA Angkatan I 2026, Cetak Pemimpin Birokrasi Digital dan Berdaya Saing. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)
Pemprov Babel Buka PKA Angkatan I 2026, Cetak Pemimpin Birokrasi Digital dan Berdaya Saing. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Pangkalpinang, lawangpos.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I Tahun 2026, Senin (13/4/2026).

Sebanyak 39 peserta mengikuti pelatihan ini, terdiri dari 31 pria dan 8 wanita. Dari jumlah tersebut, 37 peserta berasal dari pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di wilayah Bangka Belitung, sementara dua lainnya berasal dari instansi vertikal.

Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda), Fery Afriyanto. Turut hadir Kepala BKPSDMD Babel, Darlan, para kepala perangkat daerah, tim Komite Penjamin Mutu Kediklatan, narasumber, serta seluruh peserta.

Menyiapkan Pemimpin Birokrasi Berkelas Dunia

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Pj Sekda, disampaikan bahwa terwujudnya birokrasi berkelas dunia memerlukan pejabat administrator yang memiliki kompetensi kepemimpinan kolaboratif, strategis, serta berorientasi pada kinerja dan pelayanan publik.

Dari Dapur ke Edukasi! TP PKK Diajarkan B2SA dan Olahan Pangan Lokal

โ€œPada setiap instansi pemerintah diperlukan sosok pejabat manajerial atau pejabat administrator yang memiliki kompetensi kepemimpinan kolaboratif, strategis, kinerja, dan pelayanan dalam peningkatan kinerja untuk organisasinya,โ€ katanya.

Sambutan Gubernur Babel yang dibacakan Pj Sekda, Fery Afriyanto menegaskan, bahwa mewujudkan world class bureaucracy membutuhkan pejabat administrator yang memiliki kompetensi kepemimpinan kolaboratif, strategis, serta berorientasi pada kinerja dan pelayanan publik. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Sambutan Gubernur Babel yang dibacakan Pj Sekda, Fery Afriyanto menegaskan, bahwa mewujudkan world class bureaucracy membutuhkan pejabat administrator yang memiliki kompetensi kepemimpinan kolaboratif, strategis, serta berorientasi pada kinerja dan pelayanan publik. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan kapabel, sekaligus mendorong pelayanan publik yang prima dengan target capaian tahun 2045.

Dorongan Transformasi dan Adaptasi Digital

Ia menekankan bahwa peningkatan kinerja aparatur menjadi kebutuhan utama, seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, efisien, dan terjangkau.

โ€œMelalui proses pelatihan ini diharapkan peserta menjadi pemimpin yang memiliki kompetensi kepemimpinan kinerja maupun pelayanan sebagai kompetensi manajerial, sehingga mampu memimpin pelaksanaan program dan kegiatan pada perangkat daerah masing-masing sesuai SOP serta mendorong peningkatan kinerja secara berkelanjutan,โ€ terangnya.

Langkah Tegas Gubernur Hidayat Arsani dalam Penataan Organisasi Diapresiasi Sekjen ABPEDNAS

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa di tengah era digital dan persaingan global, aparatur sipil negara dituntut untuk bertransformasi menjadi smart ASN yang adaptif terhadap teknologi.

โ€œDi tengah era digital dan persaingan global, birokrasi dituntut bertransformasi. ASN harus menjadi smart ASN yang adaptif terhadap teknologi guna menghadirkan pelayanan publik yang cepat, akurat, dan efisien,โ€ ujar Fery.

โ€œPeserta dituntut mampu menyusun strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan,โ€ tambahnya.

Pemprov Babel Buka PKA Angkatan I 2026, Cetak Pemimpin Birokrasi Digital dan Berdaya Saing. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Pemprov Babel Buka PKA Angkatan I 2026, Cetak Pemimpin Birokrasi Digital dan Berdaya Saing. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Kurikulum dan Harapan Ke Depan

Sementara itu, Kepala BKPSDMD Babel, Darlan, selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mencetak pemimpin transformasional yang memiliki kemampuan kepemimpinan kolaboratif serta berorientasi pada peningkatan kinerja organisasi.

SIGORO Jadi Terobosan! Kolaborasi Program Indonesia Asri Kian Kuat

Pelatihan berlangsung sejak 26 Februari hingga 8 Juli 2026, dengan total durasi 905 jam pelajaran atau setara 104 hari. Metode pembelajaran mencakup e-learning, pembelajaran klasikal, pembangunan komitmen bersama, proyek perubahan, hingga evaluasi akhir.

Kurikulum yang diterapkan meliputi empat agenda utama, yakni kepemimpinan Pancasila dan bela negara, kepemimpinan kinerja, kepemimpinan pelayanan publik, serta aktualisasi kepemimpinan.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berharap dapat melahirkan aparatur yang berintegritas, kompeten, serta mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif dan berdaya saing. (Rz)

Bagikan