Pantai Menuang Bersiap Sambut Festival Menuang Vol II, PT TIMAH Dukung Pengembangan Wisata dan Pelestarian Lingkungan

BANGKA TENGAH – Upaya memperkenalkan potensi wisata di Desa Baskara Bakti, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, kembali dilakukan melalui penyelenggaraan Festival Menuang Vol II yang akan digelar pada 24-26 Juli 2026 di Pantai Menuang.

PT TIMAH turut mendukung Festival Menuang Vol II yang diselenggarakan oleh Yayasan Nusantara Alam Abadi Babel (Nusa Babel) bersama Pemerintah Desa Baskara Bakti. Dukungan tersebut diharapkan semakin memperkenalkan Pantai Menuang sebagai destinasi wisata hasil reklamasi pascatambang kepada masyarakat luas.

Merangkai Pesona Pantai Menuang

Ketua Pelaksana Festival Menuang Vol II, Nur Kholis, mengatakan festival ini merupakan agenda kedua setelah pelaksanaan perdana pada tahun lalu yang juga mendapat dukungan dari PT TIMAH.

Menurutnya, kehadiran festival menjadi langkah untuk mengenalkan Pantai Menuang kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa kawasan bekas tambang dapat dimanfaatkan menjadi destinasi wisata yang menarik.

Kepala Desa di Pulau Belitung Dorong RIPPM PT TIMAH Perluas Program Pemberdayaan dan Pengembangan Ekonomi

“Kalau tidak ada kegiatan seperti ini, masyarakat belum banyak yang mengenal Pantai Menuang. Melalui festival ini kami ingin menunjukkan bahwa kawasan bekas tambang dapat dimanfaatkan menjadi destinasi wisata yang menarik,” ujar Nur Kholis.

Selama tiga hari pelaksanaan, Festival Menuang Vol II akan menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan masyarakat. Pada hari pertama akan digelar wisata religi bersama majelis taklim, sedangkan puncak acara pada Minggu akan diisi dengan penanaman mangrove, jalan santai, lomba memancing, hingga lomba mewarnai bagi anak-anak.

Ia menyampaikan, dukungan PT TIMAH difokuskan untuk menyukseskan berbagai rangkaian kegiatan pada hari puncak, termasuk pelaksanaan penanaman mangrove serta kebutuhan penyelenggaraan festival.


Menghidupkan Kembali Kawasan Pascatambang

Menurut Nur Kholis, Pantai Menuang memiliki daya tarik yang khas karena memadukan kawasan reklamasi tambang dengan ekosistem pesisir yang terus dikembangkan. Di kawasan tersebut telah ditanam pohon cemara sebagai peneduh sekaligus memperindah kawasan wisata, sementara di sisi lain tumbuh kawasan mangrove hasil penanaman bersama PT TIMAH.

Tak hanya itu, bekas kolong tambang timah yang kini menyerupai danau alami juga menjadi salah satu panorama yang menarik perhatian para pengunjung.

“Kalau air sedang pasang, warna airnya terlihat kebiruan sehingga menjadi pemandangan yang indah,” jelasnya.

Ia menilai kehadiran Festival Menuang menjadi sarana yang efektif untuk mengangkat potensi wisata lokal sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap kawasan pascatambang.


Sinergi Menumbuhkan Harapan

Selama ini, lanjut Nur Kholis, berbagai program sosial dan reklamasi yang dilaksanakan PT TIMAH di Desa Baskara Bakti telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Bantuan tersebut tidak hanya mendukung penyelenggaraan kegiatan sosial, tetapi juga pengembangan kawasan wisata serta pemberdayaan masyarakat.

Dekranas 2026 Jadi Ajang Kain Cual Bangka Belitung Menarik Perhatian Nasional Berkat Dukungan PT TIMAH

“Kami kerap mendapatkan dukungan baik untuk kegiatan sosial maupun reklamasi. Alhamdulillah, pengembangan wisata, penanaman mangrove mendapat dukungan,” katanya.

Ia berharap sinergi yang telah terjalin antara masyarakat dengan PT TIMAH dapat terus dipertahankan sehingga berbagai program pembangunan desa, pelestarian lingkungan, dan pengembangan potensi wisata dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami berharap sinergi ini terus terjaga. Kehadiran PT TIMAH telah memberikan banyak manfaat bagi desa kami, baik melalui kegiatan sosial, reklamasi, maupun pengembangan kawasan wisata yang berdampak bagi masyarakat,” tutupnya. (Rz)

Bagikan

×
×