Kisah Inspiratif Eka Widiastuti, Sukses di Dunia Metalurgi TSL Ausmelt PT TIMAH Tbk

Menembus Batas di Dunia Metalurgi, Perjalanan Eka Widiastuti di TSL Ausmelt PT TIMAH Tbk. (Foto: doc. Humas PT Timah Tbk)
Menembus Batas di Dunia Metalurgi, Perjalanan Eka Widiastuti di TSL Ausmelt PT TIMAH Tbk. (Foto: doc. Humas PT Timah Tbk)

Pangkalpinang, lawangpos.com – Sosok perempuan muda ini menunjukkan bahwa dunia industri pertambangan dan metalurgi bukanlah batas bagi perempuan untuk berkarya dengan tekun dan bermakna.

Dialah Eka Widiastuti, engineer di fasilitas TSL Ausmelt PT TIMAH pada Division Processing and Refinery, yang kini menjadi salah satu penggerak penting dalam operasional smelter modern perusahaan.

Eka dikenal sebagai pribadi yang menyukai tantangan. Kegemarannya dalam menjelajah berbagai tempat seakan mencerminkan watak petualang yang ia bawa pula dalam menapaki karier di industri yang sarat dinamika dan penuh perhitungan.

Ia bergabung dengan PT TIMAH pada Desember 2018 setelah menuntaskan pendidikan Sarjana dan Magister Teknik Metalurgi. Langkah awalnya ditempuh di divisi Learning and Development hingga 2021, sebelum akhirnya terlibat langsung dalam proyek strategis perusahaan, yakni TSL Ausmelt.

โ€œDari awal memang sudah tertarik dengan dunia perhitungan dan proses. Tapi ketika masuk ke industri, ternyata jauh lebih kompleks. Tidak hanya menghitung di atas kertas, tapi bagaimana memastikan semuanya berjalan sesuai rencana di lapangan,โ€ ujarnya.

Langkah Besar Sektor Perkebunan, Hidayat Arsani Saksikan Kerja Sama PT Rebinmas Jaya dan Koperasi

Menapak Jalan Panjang di Proyek Strategis

Sejak 2021, Eka terlibat penuh dalam proyek TSL Ausmelt, mulai dari tahap studi, konstruksi, commissioning, hingga operasional. Pengalaman ini menjadi perjalanan berharga yang tidak banyak dimiliki oleh seorang engineer.

Ia bahkan menjadi salah satu engineer PT TIMAH yang berkesempatan dikirim ke Melbourne untuk mempelajari operasional TSL Ausmelt secara langsung.

Tantangan terberat ia rasakan saat proses commissioning pada 2022, ketika dalam dua minggu pertama tanur belum mampu menghasilkan logam sesuai target yang diharapkan.

โ€œDi situ kami benar-benar belajar. Parameter operasi harus disesuaikan, banyak trial, dan semuanya dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak. Itu menjadi pembelajaran paling mahal,โ€ kenangnya.

Bunda Noni Hidayat Arsani Resmi Kukuhkan FORIKAN dan Bunda Literasi, Fokus SDM Sehat dan Cerdas

Dalam proses tersebut, berbagai dinamika teknis pun dihadapi. Namun dengan keteguhan pemahaman dan kerja sama tim, setiap persoalan dapat diurai dan diatasi dengan baik.

Keteguhan di Tengah Tantangan

Kini, Eka turut aktif mendorong inovasi melalui berbagai mini project di lingkungan kerja. Fokusnya diarahkan pada pencarian pola optimal dari karakteristik bahan baku yang terus berubah.

Di tengah perjalanan proyek, termasuk saat pandemi Covid-19 yang memengaruhi pengadaan dan operasional, ia tetap menunjukkan komitmen yang teguh. Bahkan, ketika sejumlah rekan seangkatannya memilih meninggalkan proyek, ia tetap bertahan.

โ€œProyek seperti ini tidak datang dua kali. Jadi saya memilih bertahan dan menyelesaikannya,โ€ ungkapnya.

PT TIMAH Gandeng Pemda, Duta GenRe 2026 Jadi Ajang Pengembangan Generasi Muda

Setelah lebih dari tiga tahun terlibat, ia memandang keberhasilan proyek sebagai hasil dari kolaborasi seluruh tim, baik dari sisi manajemen maupun operasional.

Sebagai salah satu dari sedikit engineer perempuan di fasilitas tersebut, Eka menyadari bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga fisik dan sosial. Namun demikian, ia melihat perempuan memiliki keunggulan tersendiri, terutama dalam hal multitasking dan problem solving.

โ€œYang penting bukan soal laki-laki atau perempuan, tapi kompetensi dan bagaimana kita bisa berkontribusi. Di tim, kami saling mendukung dan melengkapi,โ€ ujarnya.

Dalam operasional pabrik yang berjalan selama 24 jam dengan sistem shift, Eka bersama tim technical service senantiasa siaga untuk menjaga kelancaran proses produksi.

Menguatkan Kompetensi dan Kolaborasi

Pengalaman sebelumnya di Learning and Development memberikan bekal tersendiri bagi Eka dalam memahami pentingnya pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Ia pernah terlibat dalam penyusunan kurikulum berbasis core business perusahaan, khususnya di bidang mining dan metalurgi.

Menurutnya, keberhasilan operasional tidak semata bertumpu pada teknologi, melainkan juga pada kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya.

โ€œTeknologi harus di upgrade, tapi SDM juga harus ikut berkembang. Harus seimbang,โ€ tegasnya.

Bagi Eka, terdapat tiga kunci utama untuk berkembang di industri ini, yakni terus meningkatkan kompetensi, berani mengambil risiko, serta mampu menjalin kolaborasi.

โ€œKalau kita tidak berani mencoba, kita tidak akan tahu sejauh mana kemampuan kita. Dan di industri seperti ini, tidak ada yang bisa bekerja sendiri,โ€ pesannya.

Penilaian Pimpinan atas Dedikasi

Division Head Processing and Refinery, Sofian Simangunsong, menilai Eka sebagai sosok engineer muda yang memiliki kompetensi kuat serta dedikasi tinggi dalam mendukung operasional TSL Ausmelt.

Menurutnya, Eka merupakan salah satu engineer yang terlibat sejak tahap awal proyek hingga operasional penuh, menunjukkan komitmen yang tidak banyak dimiliki oleh generasi seangkatannya.

โ€œEka terlibat dari fase proyek, commissioning hingga operasi. Ini menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap teknologi yang kompleks sekaligus pemahaman yang kuat terhadap parameter operasional,โ€ ujar Sofian yang merupakan atasan Eka.

Ia juga menilai latar belakang pendidikan Eka yang linear di bidang metalurgi menjadi keunggulan dalam menguasai teknologi Ausmelt yang modern dan menantang.

โ€œSecara keilmuan sangat kuat, dan itu terlihat dari cara kerjanya yang sistematis, teliti, serta mampu mengoordinasikan lintas fungsi, baik dengan operator, tim engineering maupun maintenance,โ€ tambahnya.

Lebih lanjut, Sofian menyebutkan bahwa Eka tidak hanya mampu bertahan di lingkungan kerja yang didominasi laki-laki, tetapi juga menunjukkan kinerja yang unggul.

โ€œDia bisa menempatkan diri dengan baik, profesional, percaya diri, dan fokus pada pekerjaan. Bahkan bisa dibilang tidak hanya mengikuti, tapi juga unggul,โ€ tukasnya.

Selain itu, Eka juga dinilai memiliki loyalitas tinggi terhadap perusahaan, termasuk kesediaannya ditempatkan di lokasi kerja tanpa banyak keluhan serta konsistensinya dalam mendukung operasional. (Rz)

Bagikan