Lewati ke konten utama
Lawang Pos
★★★★★ Official app

Kasus ISPA di Bangka Tengah Meningkat Saat Kemarau, Tembus 2.127 Kasus pada September

Share:

BANGKA TENGAH – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Kondisi cuaca kering disertai paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian seiring meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah mencatat sebanyak 2.127 kasus ISPA sepanjang September 2026, meningkat dibandingkan Agustus yang mencapai 2.090 kasus.

Meski kenaikannya relatif kecil, kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan kesehatan pernapasan masih menjadi persoalan yang perlu diwaspadai di tengah berlangsungnya musim kemarau.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Zaitun, mengatakan peningkatan kasus diketahui berdasarkan laporan yang dihimpun dari sejumlah puskesmas di wilayah tersebut.

Menurutnya, cuaca kering dan paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan menjadi faktor lingkungan yang perlu diwaspadai karena dapat memengaruhi kesehatan saluran pernapasan masyarakat.

“Kondisi sekarang memang ada laporan kenaikan kasus ISPA, dari laporan setiap Puskesmas di beberapa wilayah kemarin,” kata Zaitun, Senin (12/10/2026).

Total Kasus ISPA Capai 17.939 hingga September

Berdasarkan akumulasi data Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, jumlah kasus ISPA yang tercatat hingga September 2026 telah mencapai 17.939 kasus.

Angka tersebut menggambarkan besarnya beban penanganan penyakit pernapasan yang dihadapi fasilitas pelayanan kesehatan di Bangka Tengah sepanjang periode tersebut.

Zaitun menjelaskan, meskipun peningkatan kasus dari Agustus ke September tidak terlalu signifikan, perkembangan kondisi kesehatan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

Laporan dari puskesmas menjadi salah satu dasar pemantauan untuk mengetahui perkembangan kasus sekaligus mengantisipasi kemungkinan peningkatan jumlah pasien.

Di tengah kondisi kemarau, paparan debu dan asap juga menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas di luar ruangan.

Fasilitas Kesehatan Disiagakan, Warga Diimbau Gunakan Masker

Mengantisipasi kemungkinan bertambahnya kasus ISPA, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah menyiagakan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan penanganan apabila terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan akibat gangguan pernapasan.

Menurut Zaitun, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kondisi kesehatan selama musim kemarau berlangsung.

Warga diimbau menerapkan pola hidup sehat, menjaga daya tahan tubuh, serta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama saat kualitas udara terganggu oleh asap maupun debu.

Kewaspadaan terhadap gangguan pernapasan dinilai penting mengingat kondisi cuaca kering dan potensi paparan asap kebakaran masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Bangka Tengah.

Pemerintah daerah melalui fasilitas kesehatan terus melakukan pemantauan perkembangan kasus ISPA sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat selama musim kemarau.

Catatan redaksi: Kenaikan dari 2.090 menjadi 2.127 kasus tergolong relatif kecil, sehingga saya menggunakan istilah meningkat, bukan melonjak. Kaitan asap karhutla dengan kenaikan kasus juga disampaikan sebagai faktor risiko, bukan penyebab yang telah terbukti secara langsung.

Sumber: lawangpos.com
Share:

Berita Lainnya

Korban Kebakaran Dusun Serdang Bisa Urus KTP dan KK di Posko, Disdukcapil Buka Layanan Sepekan Kebakaran Dusun Serdang Hanguskan 264 Rumah dan 50 Gedung Walet, Titik Api Masih Ditemukan

Rekomendasi Untukmu Rekomendasi Untukmu

Warta PT TimahWarta PT Timah