Menurut Fezzi, stabilitas sosial juga berkaitan erat dengan kondisi ekonomi. Karena itu, pemerintah, PT TIMAH, dan seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.
“Seluruh stakeholder, baik pemerintah maupun PT TIMAH, sama-sama menjaga kondisi ekonomi masyarakat. Kalau kondisi ekonomi masyarakat lancar, kejadian-kejadian seperti itu mungkin tidak akan terulang lagi,” ujarnya.
Penambang Diminta Patuhi Aturan
Di sisi lain, Fezzi mengingatkan masyarakat agar menjalankan aktivitas pertambangan sesuai ketentuan. Penambangan, kata dia, tidak boleh dilakukan di kawasan yang memang dilarang.
“Harus ada kesadaran dari masyarakat. Kalau untuk hutan lindung, hutan produktif, aliran sungai jangan ditambang. Mari kita sama-sama jaga,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat melakukan aktivitas pertambangan hanya di wilayah yang diperbolehkan sehingga proses penambangan maupun pembelian bijih timah dapat berlangsung melalui jalur yang legal.
“Kalau mau menambang, silakan menambang di tempat yang sudah ditentukan. PT TIMAH juga membeli timah tidak was-was kalau memang kita sama-sama saling menjaga,” katanya.
Fezzi menilai kepatuhan terhadap aturan akan memberikan kepastian bagi seluruh pihak sekaligus membuat aktivitas pertambangan dan pembelian bijih timah berjalan lebih tertib.



