Bambang Angkat Suara soal Dugaan Limbah SPPG Cemari Sumur Warga, Tegaskan Tak Pernah Ada Aliran Limbah hingga ke Sumur

Bambang yang juga merangkap Ketua Real MBG Provinsi Bangka Belitung turut memberikan penjelasan mengenai pembangunan siring yang belakangan dikaitkan dengan persoalan tersebut.

Ia mengatakan, pembangunan siring pada dasarnya menjadi kewajiban Pemerintah Kota Pangkalpinang. Kendati demikian, pihak SPPG memilih turut membantu pengerjaannya sebagai upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Kalau siring itu sebenarnya kewajiban dari pihak Pemkot Pangkalpinang, bukan dari SPPG. Tetapi kami membangun itu demi keamanan warga setempat,” katanya.

Bambang karena itu meminta agar langkah membantu pembangunan siring tidak dimaknai sebagai pengakuan bahwa SPPG telah mencemari lingkungan ataupun mengalirkan limbah menuju sumur warga.

Cuaca Panas Tingkatkan Risiko Karhutla, Pemkot Pangkalpinang Perkuat Kesiagaan Bersama TNI-Polri

“Jangan karena kami membantu membangun siring kemudian dianggap sebagai bukti bahwa limbah SPPG masuk ke sumur warga. Itu tidak benar,” tegasnya.

Warga Mengaku Tetap Memakai Air Sumur

Pernyataan Bambang turut mendapat penguatan dari Hajjah Soleha, salah seorang warga RT 005/02 Kelurahan Air Kepala Tujuh yang hingga kini masih menggunakan sumur tersebut.

Soleha menuturkan, sejak SPPG milik Bambang berdiri, dirinya tidak pernah melihat adanya limbah yang meresap ke dalam sumur. Air dari sumur itu pun, katanya, masih tetap digunakan hingga sekarang.

Tambang Kampak Tak Hanya Soal Lingkungan, Warga: Jangan Lupakan Ekonomi Masyarakat

“Selama ini sejak SPPG milik Pak Bambang dibangun, air limbahnya tidak pernah meresap ke sumur. Saya sampai saat ini masih menggunakan sumur tersebut,” ujar Soleha, Selasa (8/9/2026).

Laman: 1 2 3 4

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement
Lawang Pos
Lawangpos.com official ★★★★★ GRATIS