Sejarah Terkuak! Ilustrasi Wajah Depati Amir Dapat Restu Sejarawan dan Keluarga

Napak Tilas di Kupang, Sejarawan dan Keluarga Beri Persetujuan Ilustrasi Wajah Depati Amir. (Foto: doc. Humas PT Timah Tbk)
Napak Tilas di Kupang, Sejarawan dan Keluarga Beri Persetujuan Ilustrasi Wajah Depati Amir. (Foto: doc. Humas PT Timah Tbk)

Kupang, lawangpos.com – Upaya rekonstruksi ilustrasi wajah Pahlawan Nasional Depati Amir memasuki tahap penting melalui kegiatan napak tilas sejarah yang dilaksanakan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini melibatkan sejarawan Bangka Belitung Datuk Ahmad Elvian bersama PT TIMAH (Persero) Tbk serta perwakilan keluarga keturunan Depati Amir, sebagai bagian dari langkah memperkuat validitas historis dalam proses rekonstruksi tersebut.

Menelusuri Jejak Pengasingan Sang Pahlawan

Napak tilas dilakukan dengan menelusuri langsung jejak pengasingan Depati Amir di Kupang. Rangkaian kegiatan diawali dengan silaturahmi bersama keluarga keturunan di Banten, sebelum rombongan bertolak menuju Kupang.

Rombongan yang turut serta antara lain Datuk Ahmad Elvian, perwakilan PT TIMAH, serta Ustaz H. Zainal Abidin yang merupakan keturunan Depati Amir dari garis Depati Hamzah.

Penghargaan Bergengsi! Gubernur Hidayat Arsani Bawa Provinsi Babel Raih Predikat Terbaik lewat Film Pendek Jaga Desa 2026

Setibanya di Kupang, rombongan melaksanakan ziarah ke makam Depati Amir, Depati Bahren, dan Depati Hamzah. Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan erat dengan kehidupan Depati Amir selama masa pengasingan, di antaranya Masjid Al Baitul Qadim di Kelurahan Air Mata yang diyakini sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Depati Amir, serta rumah tinggalnya.

Selain itu, rombongan juga menelusuri tempat wudhu yang digunakan Depati Amir, penjara Kupang, hingga pelabuhan lama Kupang yang menjadi titik awal kedatangannya saat diasingkan.

Persetujuan Keluarga atas Hasil Rekonstruksi

Puncak kegiatan ditandai dengan musyawarah keluarga yang digelar di Meeting Room Hotel Aston Kupang pada Minggu malam (19/4/2026). Forum ini dihadiri oleh perwakilan keluarga keturunan Depati Amir dari berbagai garis, sejarawan, serta perwakilan PT TIMAH.

Musyawarah tersebut menghasilkan persetujuan keluarga terhadap hasil rekonstruksi ilustrasi wajah Depati Amir yang telah melalui proses panjang dan berbasis referensi historis.

PT TIMAH Renovasi Gedung Serbaguna Kundur Barat, Aktivitas Warga Kini Lebih Nyaman

Salah satu rujukan utama dalam proses ini adalah buku “Schilderungen aus Ostindiens Archipel” (1841) karya Franz Epp, yang memuat deskripsi perjalanan dan pengamatan di wilayah Hindia Timur pada awal abad ke-19.

Datuk Ahmad Elvian menegaskan bahwa proses rekonstruksi dilakukan secara hati-hati dengan mengacu pada sumber sejarah yang kredibel serta keterangan dari pihak keluarga.

“Sebagai sejarawan, saya mengapresiasi komitmen PT TIMAH yang terus mendukung pelestarian sejarah. Setelah lebih dari tujuh tahun Depati Amir dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, kini dilakukan penguatan melalui rekonstruksi ilustrasi wajah yang telah mendapat persetujuan keluarga di Kupang,” ujarnya.

Ia berharap hasil rekonstruksi tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan pengajuan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Ungkapan Haru dan Komitmen Pelestarian Sejarah

Siswa TK Stannia Dapat Edukasi Kebakaran dari PT TIMAH Tbk, Kesadaran Sejak Dini Ditingkatkan

Perwakilan keluarga, Dewi Sulita Bahren, mengungkapkan rasa haru saat melihat hasil rekonstruksi yang dinilai lebih mendekati gambaran sosok asli dibandingkan ilustrasi sebelumnya.

“Terima kasih kepada PT TIMAH yang terus memberikan dukungan baik saat proses pengusulan Pahlawan Depati Amir maupun proses rekontruksi gambar Depati Amir. Kami terharu dan bangga betapa kakek moyang kami (Depati Amir) rela meninggalkan kenyamanan dan memilih untuk bergerilya di hutan melakukan perlawanan terhadap ketidak adilan penjajahan saat itu,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ustaz H. Zainal Abidin yang mengaku merasakan kesan mendalam saat pertama kali melihat hasil rekonstruksi tersebut.

“Saya merinding pertama kali melihat hasil rekontruksi gambar Depati Amir. Sosoknya tergambar tegas, dengan tatapan tajam dan postur yang kuat. Ini mencerminkan semangat perjuangan beliau dalam melawan ketidakadilan,” katanya.

Sementara itu, Department Head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan, menyampaikan bahwa proses rekonstruksi telah berlangsung selama beberapa bulan dengan melibatkan kolaborasi antara tim rekonstruksi, sejarawan, serta keluarga keturunan.

“Alhamdulillah, proses rekonstruksi berjalan lancar dan telah mendapatkan persetujuan dari keluarga serta sejarawan. Ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan representasi visual Depati Amir sebagai Pahlawan Nasional, kebanggaan Bangka Belitung,” ujarnya. (Rz)

Bagikan