Pangkalpinang, lawangpos.com – Sejak dilantik pada 17 April 2025 sebagai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel mencatatkan sejumlah kecenderungan yang kian menggembirakan di bidang perekonomian sepanjang tahun 2025.
Berbagai indikator makro di wilayah ini pun tampak bergerak ke arah yang lebih baik, semakin inklusif, serta memberi dampak yang meluas bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Sugeng Arianto, dalam siaran pers BPS Babel, Kamis (15/4/2026).
Gerak Ekonomi Kian Menguat
Sugeng menjelaskan, berdasarkan data BPS Babel, pertumbuhan ekonomi kumulatif (c-to-c) menunjukkan peningkatan yang cukup tajam, dari 0,77 persen pada 2024 menjadi 4,09 persen pada 2025.
“Peningkatan ini, didukung sejumlah fenomena, antara lain meningkatnya aktivitas pertambangan yang berdampak pada kenaikan pendapatan masyarakat, dan mendorong penguatan konsumsi rumah tangga,” sebut Sugeng.
Kesejahteraan Masyarakat Kian Terjaga
Dari sisi kesejahteraan, tingkat kemiskinan di Negeri Serumpun Sebalai juga berhasil ditekan secara bertahap dan konsisten.
“Tingkat kemiskinan di Negeri Serumpun Sebalai pada September 2024 lalu, sempat tercatat sebesar 5,08 persen, kemudian turun menjadi 5,00 persen pada Maret 2025 dan kembali menurun menjadi 4,77 persen pada September 2025,” katanya.
Penurunan tersebut, lanjut Sugeng, tidak terlepas dari membaiknya kondisi ekonomi makro yang tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP), serta inflasi yang relatif terkendali.
Selain itu, peningkatan belanja bantuan sosial dari pemerintah serta implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan, sehingga berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan.
Pemerataan Kian Mengarah Baik
Sugeng juga memaparkan bahwa kinerja pemerataan ekonomi menunjukkan hasil yang semakin baik. Indeks Gini Ratio tercatat menurun dari 0,235 pada September 2024 menjadi 0,222 pada Maret 2025 dan kembali turun menjadi 0,214 pada September 2025.
“Penurunan ini didukung oleh meningkatnya distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen terbawah, yang menunjukkan bahwa hasil pembangunan mulai lebih merata,” katanya.
Berbagai program perlindungan sosial serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertambangan, turut memperluas akses kelompok berpendapatan rendah terhadap sumber daya ekonomi, sehingga ketimpangan dapat ditekan secara bertahap.
Kesempatan Kerja Kian Terbuka
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga menunjukkan kecenderungan menurun, dari 4,63 persen pada Agustus 2024 menjadi 4,45 persen pada Agustus 2025.
“Penurunan ini didukung oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja, antara lain melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyerap tenaga kerja lokal dalam operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Babel turut melaksanakan pengangkatan dan pelantikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) teknis, tenaga kesehatan, dan guru, yang ikut menambah peluang kerja formal di daerah.
“Secara keseluruhan, capaian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat, tetapi juga semakin inklusif dan berdampak luas,” tukasnya. (Rz)






