Berdayakan Karya Siswa Berkebutuhan Khusus, Difa Alfitri Buka Ruang Promosi di SLB YPAC Pangkalpinang

PANGKALPINANG – Melihat batik dan gantungan kunci hasil karya peserta didik berkebutuhan khusus di SLB YPAC Pangkalpinang, Difa Alfitri menangkap satu perkara yang patut diperluas: karya-karya itu perlu dikenal lebih jauh, tidak hanya tersimpan di lingkungan sekolah.

Dari sanalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta itu menjalankan langkah branding produk dalam rangka Praktik Kependidikan tahun 2026.

Bagi Difa, ruang promosi menjadi jalan agar hasil keterampilan para siswa dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas. Karya batik dan gantungan kunci yang dihasilkan melalui program keterampilan sekolah kemudian diperkenalkan melalui media sosial Instagram dan kegiatan pameran.

Difa Alfitri (23010330089) melaksanakan kegiatan tersebut di SLB YPAC Pangkalpinang, Jalan Dr. Yudono No. 2, Kelurahan Taman Bunga, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Difa Alfitri Angkat Karya Siswa SLB YPAC Pangkalpinang agar Dikenal Lebih Luas

Melihat Potensi dari Karya Para Siswa

Langkah yang dijalankan Difa tidak langsung bermula dari pengambilan foto ataupun pembuatan konten. Ia terlebih dahulu berkonsultasi dengan kepala sekolah dan guru penanggung jawab program keterampilan.

Dari proses itu, konsep pemasaran kemudian ditentukan. Setelah arah promosi disusun, kegiatan berlanjut pada pembuatan foto dan video produk bersama para siswa.

Dalam proses pengambilan gambar, Difa mendampingi peserta didik sekaligus menyusun konten promosi. Sementara itu, guru memberikan arahan mengenai produk serta kondisi masing-masing peserta didik.

Donasi Swiss-Belhotel Menguatkan Langkah Komunitas Sayap Cinta Dampingi Anak Cerebral Palsy

Pendampingan tersebut menempatkan para siswa bukan sekadar sebagai pemilik karya, melainkan turut hadir dalam proses memperkenalkan hasil keterampilan mereka kepada masyarakat.

Difa Alfitri bersama salah satu siswa SLB YPAC Pangkalpinang di ruang keterampilan sekolah. Pendampingan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan karya siswa berkebutuhan khusus kepada masyarakat yang lebih luas.


Membawa Karya Keluar dari Lingkungan Sekolah

Melalui ruang promosi yang dibuka tersebut, karya batik dan gantungan kunci peserta didik memperoleh eksposur yang lebih luas.

Langkah itu juga membuka peluang munculnya nilai ekonomi baru, baik bagi siswa maupun sekolah. Di saat yang sama, karya yang diperkenalkan kepada masyarakat menjadi bagian dari upaya memperlihatkan kemampuan anak berkebutuhan khusus.

Bagi para peserta didik, pengakuan terhadap karya mereka turut menumbuhkan rasa percaya diri. Hasil yang selama ini lahir dari proses keterampilan di sekolah memperoleh kesempatan untuk dilihat dan dikenal secara publik.

Kegiatan yang dijalankan Difa itu sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi Praktik Kependidikan terhadap pencapaian SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 mengenai Berkurangnya Kesenjangan.

Penguatan keterampilan vokasional berkaitan dengan SDG 4, sedangkan terbukanya akses ekonomi dan pengakuan sosial bagi kelompok rentan mendukung SDG 10.

Kolaborasi antara Difa, guru, dan pihak sekolah dalam merancang serta menjalankan kegiatan tersebut juga mencerminkan semangat SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.


Membuka Jalan agar Promosi Terus Berlanjut

Bagi Difa, upaya memperkenalkan karya para siswa tidak diarahkan untuk berhenti ketika masa Praktik Kependidikan berakhir.

Ke depan, branding produk tersebut diharapkan dapat diteruskan secara mandiri oleh SLB YPAC Pangkalpinang. Dengan demikian, pemasaran karya peserta didik dapat terus berjalan dan tidak hanya berlangsung dalam satu periode kegiatan.

Harapan itu sekaligus membawa arah yang lebih panjang, yakni agar karya para siswa terus memperoleh ruang promosi dan dapat mendukung kemandirian ekonomi anak berkebutuhan khusus di SLB YPAC Pangkalpinang.

Dari batik hingga gantungan kunci, langkah yang dijalankan Difa Alfitri membuka ruang agar hasil tangan peserta didik berkebutuhan khusus tidak berhenti sebagai karya di lingkungan sekolah, melainkan bergerak lebih jauh menuju pengenalan publik dan peluang ekonomi yang lebih luas. (Rz)

Bagikan

× Advertisement
× Advertisement
Lawang Pos
Lawangpos.com official ★★★★★ GRATIS