MAKASSAR – Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban pesawat ART 42-500 berjenis kelamin perempuan di pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung.
Penemuan korban
Penemuan korban terbaru terjadi sekitar pukul 14.00 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Dengan penemuan tersebut, total korban yang telah ditemukan berjumlah dua orang. Korban pertama berjenis kelamin laki-laki dan korban kedua berjenis kelamin perempuan.
Korban ditemukan di area dengan kondisi tebing yang sangat terjal dan curam. Lokasi penemuan berada di jurang dengan kedalaman diperkirakan mencapai 500 meter dari puncak pegunungan Bulusaraung.
Barang korban dan identifikasi
Dalam proses pencarian, tim SAR gabungan juga menemukan bagian pesawat ATR 42-500 serta sejumlah benda yang diduga merupakan barang pribadi milik korban. Seluruh temuan tersebut dikumpulkan untuk keperluan inventarisasi dan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak berwenang, baik kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) maupun kepolisian.
Barang-barang pribadi korban yang telah teridentifikasi akan diserahkan kepada pihak keluarga setelah status korban dipastikan. Informasi mengenai kondisi dan identitas korban secara resmi akan diumumkan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.
Meski telah ditemukan korban meninggal dunia, tim SAR gabungan masih berharap dapat menemukan korban lain dalam kondisi selamat dan terus melanjutkan proses pencarian.
Kendala evakuasi
Hingga saat ini, evakuasi melalui jalur udara belum dapat dilakukan secara optimal karena kondisi cuaca di lokasi kejadian masih ekstrem. Evakuasi udara sebenarnya menjadi prioritas karena waktu tempuh menggunakan helikopter relatif singkat, namun faktor cuaca menjadi kendala utama pelaksanaan misi tersebut.
Dua korban yang ditemukan berada di area yang sama, namun pada kedalaman yang berbeda. Lokasi pencarian telah dibagi ke dalam empat sektor karena ditemukan body pack yang tersebar pada jarak tertentu. Jarak antara body pack terjauh dengan titik yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat mencapai lebih dari 500 meter.
Medan pencarian didominasi oleh tebing terjal, kemiringan ekstrem, serta kawasan hutan dengan kedalaman jurang yang curam sehingga menyulitkan proses evakuasi.
Upaya penyelamatan
Pada saat tim SAR berada di posisi sekitar 200 meter dari lokasi korban, upaya evakuasi secara manual sempat dilakukan. Namun tali yang digunakan tersangkut di bebatuan dan dinilai membahayakan keselamatan personel, sehingga evakuasi tidak dapat dipaksakan dan tim terpaksa bermalam di lokasi penemuan korban.
Upaya evakuasi juga kembali dilakukan pada pagi hari, namun kembali terhambat oleh kondisi cuaca yang tidak mendukung sehingga operasi udara harus dihentikan sementara. Saat ini, operasi pencarian dan evakuasi tetap dilanjutkan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel di lapangan. (Rz)






