Riset MRV: 11,6 Persen Mangrove Babel Alami Tekanan Ekologis

BANGKA BELITUNG — Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal sebagai wilayah kepulauan dengan garis pantai yang didominasi ekosistem mangrove. Berdasarkan data pemerintah, luas mangrove di daerah ini diperkirakan mencapai sekitar 66.000 hektare, yang tersebar di Pulau Bangka sekitar 46.600 hektare dan Pulau Belitung sekitar 19.400 hektare. Sebagian besar kawasan tersebut masih dinilai dalam kondisi baik, meski tekanan terus meningkat akibat aktivitas manusia seperti pertambangan, perkebunan, pariwisata, serta alih fungsi lahan untuk industri dan permukiman.


Temuan Riset MRV: 11,6 Persen Terindikasi Tekanan Ekologis

Laporan riset terbuka berbasis Measurement, Reporting, and Verification (MRV) ekologi yang disusun Lawang Pos bersama Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung menunjukkan bahwa tutupan mangrove yang terdeteksi secara ekologis melalui penginderaan jauh berada pada kisaran 49.333 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 5.746,71 hektare atau 11,6 persen teridentifikasi mengalami indikasi tekanan ekologis pada tahun 2025.

Grafik: Luas Tutupan Mangrove & Indikasi Tekanan Ekologis (ha)

Keterangan Grafik

Grafik ini menampilkan perbandingan luas tutupan mangrove dan luas mangrove yang terindikasi mengalami tekanan ekologis pada masing-masing kabupaten dan kota di Provinsi Bangka Belitung tahun 2025.

Pemkot Pangkalpinang Jalin Ukhuwah dan Serahkan Bantuan untuk Warga Sriwijaya

Wilayah disusun untuk memudahkan pembacaan perbedaan tingkat tekanan ekologis antarwilayah dalam periode pengamatan yang sama. Grafik ini tidak digunakan untuk membaca perubahan antarwaktu, melainkan untuk melihat variasi kondisi ekosistem mangrove antarwilayah administratif.

Seluruh data disajikan dalam satuan hektar (ha) agar pembaca dapat memahami besaran tekanan ekologis secara nyata di lapangan, bukan sekadar perbandingan persentase.


Pendekatan Penginderaan Jauh dan Batasan Analisis

Analisis dilakukan menggunakan data Global Mangrove Watch sebagai baseline distribusi mangrove dan citra satelit Sentinel-2 untuk memantau kondisi kesehatan vegetasi melalui indeks NDVI. Pendekatan ini menilai kondisi fungsional vegetasi mangrove dan tidak dimaksudkan sebagai pengukuran kehilangan tutupan mangrove secara langsung.

Perbedaan angka antara data pemerintah dan hasil analisis penginderaan jauh mencerminkan perbedaan pendekatan. Data pemerintah bersifat administratif dan perencanaan wilayah, sementara riset berbasis citra satelit memotret tutupan mangrove aktual yang dapat dianalisis kondisi ekologisnya pada periode tertentu.

Dua Pekan Bergulir, Program Beasiswa PT TIMAH Diminati Ratusan Pelajar


Faktor Tekanan Ekologis Mangrove

Laporan riset mencatat bahwa indikasi tekanan ekologis mangrove di Bangka Belitung berkaitan dengan berbagai aktivitas pemanfaatan wilayah pesisir. Tekanan tersebut antara lain berasal dari aktivitas pertambangan di kawasan pesisir dan perairan dangkal yang berpotensi meningkatkan kekeruhan dan sedimentasi, alih fungsi lahan untuk permukiman, industri, dan infrastruktur pesisir, serta ekspansi perkebunan di daerah aliran sungai yang bermuara ke kawasan mangrove.

Selain itu, aktivitas pariwisata pesisir yang tidak dikelola secara ekologis serta perubahan kondisi hidrologi kawasan pesisir turut berpotensi memengaruhi kesehatan vegetasi mangrove. Tekanan-tekanan ini tidak selalu muncul sebagai kehilangan tutupan mangrove, namun tercermin dari penurunan kondisi fungsional vegetasi.

Laporan menegaskan bahwa faktor-faktor tersebut bersifat indikatif dan memerlukan verifikasi lapangan untuk memastikan jenis serta tingkat tekanan ekologis yang terjadi di setiap lokasi.


Bangka Tengah
Luas Tutupan Mangrove:
3.881,00 Ha

Terindikasi Tekanan Ekologis:
228,58 Ha
Persentase Tekanan Ekologis
5,9%
Bangka Selatan
Luas Tutupan Mangrove:
9.013,00 Ha

Terindikasi Tekanan Ekologis:
715,80 Ha
Persentase Tekanan Ekologis
7,9%
Belitung
Luas Tutupan Mangrove:
5.218,00 Ha

Terindikasi Tekanan Ekologis:
447,73 Ha
Persentase Tekanan Ekologis
8,6%
Belitung Timur
Luas Tutupan Mangrove:
1.706,00 Ha

Terindikasi Tekanan Ekologis:
180,95 Ha
Persentase Tekanan Ekologis
10,6%
Bangka Barat
Luas Tutupan Mangrove:
14.182,00 Ha

Terindikasi Tekanan Ekologis:
1.556,14 Ha
Persentase Tekanan Ekologis
11,0%
Bangka
Luas Tutupan Mangrove:
14.306,00 Ha

Terindikasi Tekanan Ekologis:
2.232,69 Ha
Persentase Tekanan Ekologis
15,6%
Pangkalpinang
Luas Tutupan Mangrove:
1.027,00 Ha

Terindikasi Tekanan Ekologis:
384,82 Ha
Persentase Tekanan Ekologis
37,5%

Keterangan Data
Setiap kartu data menampilkan ringkasan kondisi ekosistem mangrove pada masing-masing wilayah administratif di Provinsi Bangka Belitung.

UMKM Babel Bersertifikat Halal, Gubernur Hidayat Arsani Dorong Usaha Naik Kelas hingga Pasar Global

Luas Tutupan Mangrove
Menunjukkan estimasi total luas ekosistem mangrove yang teridentifikasi berdasarkan analisis penginderaan jauh menggunakan data baseline mangrove dan citra satelit resolusi menengah.

Terindikasi Tekanan Ekologis (Hektar)
Menggambarkan luasan mangrove yang terdeteksi mengalami penurunan kondisi vegetasi atau gangguan ekologis berdasarkan indikator spektral vegetasi pada periode pengamatan tahun 2025.

Persentase Tekanan Ekologis (%)
Digunakan sebagai indikator visual pendukung untuk membantu pembacaan tingkat tekanan ekologis relatif antarwilayah, dan tidak dimaksudkan sebagai dasar penetapan status kerusakan atau implikasi hukum kawasan.

Bar indikator berfungsi sebagai alat bantu visual, sementara nilai luas dalam hektar menjadi rujukan utama dalam membaca besaran tekanan ekologis yang teridentifikasi.


Sebaran Wilayah dan Sistem Peringatan Dini

Secara spasial, Kabupaten Bangka dan Bangka Barat mencatat luasan indikasi tekanan ekologis terbesar secara absolut. Sementara itu, Kota Pangkalpinang menunjukkan proporsi tekanan tertinggi dibanding wilayah lain, mencerminkan intensitas pemanfaatan ruang pesisir yang lebih tinggi.

Hasil analisis ini diposisikan sebagai sistem peringatan dini untuk mengidentifikasi area prioritas evaluasi lanjutan. Verifikasi lapangan tetap diperlukan guna mendukung pengelolaan dan perlindungan mangrove berbasis bukti di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (*/Rz)

Bagikan