Ambo menjelaskan, bencana yang terjadi turut memberikan dampak terhadap aktivitas pendidikan. Wilayah pesisir Nangadhero sempat terdampak tsunami dengan gelombang yang relatif kecil. Meski demikian, dampaknya cukup besar bagi sebagian warga, termasuk para siswa.
“Khususnya siswa kami mayoritas berasal dari Nangadhero dan Maropokot yang terkena dampak tsunami. Walaupun tsunaminya kecil, namun menyebabkan beberapa peralatan belajar siswa hilang, seperti seragam, buku tulis dan buku pelajaran,” jelasnya.
Keadaan tersebut membuat kebutuhan pemulihan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat secara umum, tetapi juga oleh para pelajar yang kehilangan sejumlah perlengkapan belajar akibat bencana.
Harapan untuk Pemulihan Pendidikan
Ambo berharap kepedulian PT TIMAH dapat terus berlanjut, terutama dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan di wilayah yang terdampak.
“Kami mendoakan PT TIMAH sukses selalu dan mendapat banyak keberkahan dari Allah SWT. Untuk teman-teman yang menjadi bagian dari PT TIMAH, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga Allah selalu melindungi keluarga, melimpahkan rezeki dan memberikan banyak keberkahan,” tuturnya.



