Pemkot Pangkalpinang Optimistis Tambahan Revitalisasi 57 Satuan Pendidikan Dapat Direalisasikan Pemerintah Pusat

Pangkalpinang – Pemerintah Kota Pangkalpinang menaruh harapan besar untuk kembali memperoleh tambahan bantuan revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat pada tahun 2026. Keyakinan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, usai menghadiri Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 dan Penyerahan Revitalisasi Tahun 2026 se-Kota Pangkalpinang dan se-Kabupaten Bangka Tengah di SMP Negeri 9 Pangkalpinang, Kamis (2/7/2026).

Pada tahun 2025, Kota Pangkalpinang telah menerima bantuan revitalisasi bagi lima satuan pendidikan yang meliputi pembangunan area bermain pada dua taman kanak-kanak, rehabilitasi dua sekolah dasar, serta revitalisasi SMP Negeri 9 Pangkalpinang dengan nilai anggaran sekitar Rp2,6 miliar.

“Alhamdulillah, tahun 2025 Kota Pangkalpinang mendapatkan bantuan pembangunan area bermain untuk TK Muslimat NU dan TK Kalam Kudus, rehabilitasi SD Negeri 40 dan SD Negeri 62, serta revitalisasi SMP Negeri 9 berupa rehabilitasi toilet, ruang kelas, laboratorium, dan ruang administrasi. Semoga seluruh bantuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.


Ikhtiar Memperluas Pemerataan Pendidikan

Dessy menuturkan, Pemerintah Kota Pangkalpinang terus berupaya menghadirkan pemerataan mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana. Sebagai bagian dari ikhtiar tersebut, pemerintah daerah kembali mengusulkan revitalisasi terhadap 57 satuan pendidikan pada tahun 2026 yang terdiri atas 18 PAUD, 29 sekolah dasar, dan 10 sekolah menengah pertama.

Prosesi Penyerahan Program Kelas Beasiswa PT TIMAH Resmi Mengawali Perjalanan Pendidikan 36 Siswa di SMAN 1 Pemali

Hingga kini, empat satuan pendidikan telah memasuki tahap Perjanjian Kerja Sama (PKS), yakni tiga PAUD dan satu sekolah dasar. Meski demikian, pemerintah daerah berharap jumlah penerima bantuan masih dapat bertambah seiring proses verifikasi yang dilakukan pemerintah pusat.

“Kami berdoa agar bantuan revitalisasi yang diajukan dapat terealisasi lebih banyak lagi, sehingga semakin banyak sekolah yang memiliki sarana dan prasarana yang layak,” katanya.

Selain revitalisasi, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga mengharapkan dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 12, termasuk pengembangan Program Sekolah Nasional Terintegrasi yang tengah dipersiapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan kementerian. Selama masih tersedia lahan, kami berharap pembangunan sekolah baru juga bisa direalisasikan untuk memenuhi kebutuhan layanan pendidikan di Pangkalpinang,” tambahnya.


Harapan Besar bagi Pendidikan Bermutu

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa peluang penambahan sekolah penerima bantuan revitalisasi pada tahun 2026 masih terbuka karena pemerintah masih menjalankan proses verifikasi dan validasi.

Ia menjelaskan, semula pemerintah menargetkan revitalisasi terhadap 11.744 satuan pendidikan. Namun, setelah adanya tambahan anggaran dari Presiden, jumlah sasaran meningkat menjadi sekitar 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

“Program revitalisasi ini merupakan komitmen Bapak Presiden dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui penyediaan sekolah yang aman, nyaman, dan layak,” katanya.

Selain pembenahan fisik sekolah, pemerintah juga melanjutkan program digitalisasi pendidikan melalui penambahan Interactive Flat Panel (IFP), peningkatan kompetensi guru, penyediaan jaringan internet Starlink bagi sekolah yang belum terjangkau layanan internet, serta kerja sama dengan PLN untuk penambahan daya listrik tanpa biaya bagi sekolah penerima IFP.


Menyiapkan Generasi Masa Depan

PT TIMAH Perkuat Sinergi dengan Pemda, Susun RIPPM Demi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Belitung Timur

Kementerian turut memperkuat peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa penyelesaian pendidikan S1 bagi guru, pelatihan pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, penguatan kemampuan bahasa Inggris, STEM, serta pembelajaran AI dan coding sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter melalui implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Program Pagi Ceria, serta pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah selama lima hari yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, pengenalan bakat dan minat peserta didik, serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan. (Rz)

Bagikan