PANGKALPINANG – Organisasi Masyarakat Arun Bangka Belitung menilai kehadiran pemimpin daerah di ruang-ruang sosial masyarakat menjadi faktor penting dalam membuka partisipasi warga dan memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif di Kota Pangkalpinang.
Penilaian tersebut disampaikan Arun Bangka Belitung menyikapi 100 hari awal pemerintahan Kota Pangkalpinang periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan Wali Kota Pangkalpinang Saparudin bersama Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayu Trisna.
Evaluasi 100 Hari Awal Pemerintahan
Dalam 100 hari awal masa jabatan, Arun Bangka Belitung mencatat sejumlah aktivitas pemerintahan yang lebih banyak menyentuh langsung masyarakat. Hal tersebut terlihat dari keterlibatan pemerintah kota dalam berbagai kegiatan pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.
Beberapa aktivitas yang disoroti antara lain kehadiran dalam kegiatan literasi, penyaluran sarana pendukung pendidikan, penguatan peran pemuda, serta partisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. Pola ini dinilai sebagai upaya awal membangun kedekatan antara pemerintah dan warga.
Kepemimpinan yang Hadir di Tengah Masyarakat
Ketua Arun Bangka Belitung Andy Pratama mengatakan, kehadiran langsung pemimpin daerah di tengah masyarakat membuka ruang aspirasi yang lebih jujur dan apa adanya.
“Kehadiran pemimpin daerah di ruang-ruang sosial masyarakat membuat aspirasi warga tersampaikan apa adanya, tanpa dibatasi suasana formal pemerintahan,” ujar Andy Pratama.
Menurutnya, interaksi langsung tersebut memungkinkan pemerintah memahami persoalan kota secara lebih utuh, tidak hanya melalui laporan administratif, tetapi juga dari realitas sosial yang dirasakan langsung oleh warga.

Kebersamaan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayu Trisna dengan warga dalam kegiatan di lapangan.
Peran Wali Kota dan Wakil Wali Kota
Arun Bangka Belitung menilai peran Wali Kota Pangkalpinang Saparudin dalam 100 hari awal pemerintahan terlihat pada upaya menjaga arah kebijakan dan stabilitas jalannya roda pemerintahan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayu Trisna atau yang akrab disapa Cece Dessy menjadi sorotan karena intensitas kehadirannya di lapangan, khususnya dalam kegiatan pendidikan, sosial, dan kemasyarakatan.
Pembagian peran tersebut dinilai penting agar kebijakan yang dirumuskan di tingkat pemerintah kota tetap selaras dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
“Ketika wali kota menjaga arah kebijakan, kehadiran wakil wali kota di lapangan memastikan kebijakan tersebut tidak tercerabut dari realitas sosial masyarakat,” kata Andy.
Dorongan Kolaborasi Sosial
Selain evaluasi awal, Arun Bangka Belitung mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat dalam pelaksanaan program-program pembangunan.
BACA JUGA: Nostalgia di Paulus: Dari Seragam Putih Biru ke Kursi Wakil Wali Kota
Andy menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan kebijakan publik berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya secara luas.
“Kami melihat kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci agar kebijakan yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujarnya.
Harapan ke Depan
Arun Bangka Belitung berharap pola kepemimpinan yang terbuka, kolaboratif, dan dekat dengan masyarakat dapat terus dijaga dan ditingkatkan dalam perjalanan pemerintahan lima tahun ke depan.
Dengan sinergi antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta keterlibatan aktif masyarakat, Arun Bangka Belitung meyakini pembangunan Kota Pangkalpinang dapat berjalan lebih inklusif, berkelanjutan, dan selaras dengan kebutuhan riil warga. (Rz)






