PANGKALPINANG – Suasana peringatan Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran ke-107, Satuan Polisi Pamong Praja ke-76, dan Satlinmas ke-64 tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tahun 2026 tampil sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Disaksikan langsung oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, rangkaian kegiatan yang dipusatkan di kompleks perkantoran Gubernur Babel, Kamis (21/05/2026), diwarnai aksi bela diri praktis yang ekstrem hingga simulasi pemadaman kebakaran berskala besar.
Selain Gubernur bersama istri, atraksi tersebut turut disaksikan unsur Forkopimda, pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Babel, serta tamu undangan lainnya.
Plh. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Babel, Reynaldi, menegaskan bahwa atraksi yang ditampilkan menjadi gambaran keterampilan, ketangkasan, dan kesiapsiagaan personel dalam melayani masyarakat.
“Damkar dalam atraksi tadi mendemonstrasikan keahlian dan keberanian dalam memadamkan kebakaran, penyelamatan (vertical rescue), serta evakuasi hewan liar seperti ular. Sedangkan SatPol PP memperagakan ketangkasan fisik dan bela diri yang merupakan atraksi bela diri taktis yang sangat berguna dalam melaksanakan pengamanan dan menjaga ketertiban umum,” ujar Reynaldi secara resmi di lokasi acara.
Atraksi Ketangkasan dan Bela Diri Praktis
Reynaldi menambahkan, seluruh atraksi yang ditampilkan menjadi simbol komitmen institusi untuk bersatu padu melayani dan hadir langsung di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut merepresentasikan kesiapan fisik, mental, serta profesionalisme aparat dalam menjaga ketenteraman dan perlindungan masyarakat.
Pada peragaan ketangkasan fisik, di bawah koordinasi Kasi Operasional Satpol PP Babel Sarmadi dan dipimpin pelatih Ismei Jupandi, para personel menampilkan empat jurus praktis tunggal kosong, yakni jurus kelit sapuan tumit ke dalam, kelit sapuan kaki ke luar, tangkapan harimau, dan tangkapan pendayung.
Personel juga menguji ketahanan fisik melalui aksi ekstrem berupa pematahan tebu, pemecahan genteng, hingga pembengkokan besi cor menggunakan leher yang disambut riuh tepuk tangan para penonton.

Simulasi Kebakaran Berskala Besar
Sementara itu, kesiapsiagaan operasional diperlihatkan Tim Gabungan Pemadam Kebakaran dari Provinsi Babel, Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Tengah melalui simulasi penanganan kebakaran akibat kebocoran tabung gas elpiji yang meluas hingga membakar media minyak.
Dalam operasi taktis tersebut, tim gabungan mengerahkan lima armada yang terdiri dari satu unit Medium Pressure Pump Damkar Babel, satu unit Medium Pressure Pump Kota Pangkalpinang, satu unit Light Pressure Pump Damkar Babel, satu unit Fire Rescue Kota Pangkalpinang, serta satu unit Fire Rescue Kabupaten Bangka.
Operasi dipimpin langsung oleh satu orang Komandan Peleton dengan menerjunkan 12 personel fire fighter, empat personel fire rescue, tiga operator unit fire pump, dan dua operator unit fire rescue.
Pada skenario pertama, petugas mendemonstrasikan teknik penanganan awal gas bocor berapi secara individu, mulai dari teknik tiup, penutupan sumber bocor menggunakan jari, menutup ruang oksigen dengan ember, hingga penggunaan kain basah.
Ketegangan simulasi semakin terasa ketika asap hitam pekat membubung tinggi akibat api yang menjalar ke media minyak, disertai informasi adanya satu petugas yang terjebak di dalam bangunan. Empat personel rescue kemudian diterjunkan ke lokasi dan berhasil mengevakuasi korban keluar dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat kobaran api semakin membesar, petugas menerapkan teknik fire ground dengan memanfaatkan tirai air atau water curtain sebagai pelindung dari radiasi panas. Petugas bergerak mendorong api ke titik tersempit guna memutus ruang oksigen di udara bebas hingga api berhasil dipadamkan.
Sebagai penutup rangkaian simulasi, personel Damkar Kabupaten Bangka memperagakan keahlian khusus penjinakan ular liar secara aman dan profesional.
Di penghujung kegiatan, jajaran Satpol PP, Damkar, dan Satlinmas Babel turut menyampaikan imbauan edukatif kepada masyarakat agar selalu responsif melaporkan kebakaran, memprioritaskan jalan bagi armada pemadam di jalan raya, serta meningkatkan kewaspadaan mandiri demi menjaga situasi ketenteraman di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. (Rz)






