Gubernur Hidayat Arsani Pimpin Rakor Perdana 2026, Perkuat Sinergi Daerah untuk Akselerasi Pembangunan Bangka Belitung

BELITUNG – Mengawali langkah strategis Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) di tahun 2026, Gubernur Hidayat Arsani memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur bersama Bupati dan Wali Kota se-Bangka Belitung. Rakor bertema “Sinergi Bersama dalam Rangka Percepatan Pembangunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026” ini digelar di Gedung Ishak Zainudin, Kantor Bupati Belitung, Senin (12/12/2025).

Rakor tersebut menjadi momentum konsolidasi awal kepemimpinan daerah di tahun 2026, sekaligus ruang strategis untuk mengevaluasi capaian pembangunan tahun sebelumnya dan menyusun langkah percepatan pembangunan Bangka Belitung yang lebih terarah, merata, dan berkelanjutan.


Gubernur Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Daerah

Dalam arahannya, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa tantangan pembangunan di tahun 2026 akan semakin kompleks. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi yang solid, konsisten, dan berkelanjutan antara pemerintah provinsi dan seluruh kabupaten/kota.

“Memasuki 2026, kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kabupaten Belitung Timur, Belitung, Bangka Selatan, Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, hingga Kota Pangkalpinang harus bergerak dalam satu irama. Dengan kebersamaan dan kekompakan, kita jalankan program percepatan ekonomi. Tanpa sinergi, program tidak akan optimal,” tegas Gubernur.

PT TIMAH Sabet TOP Digital Corporate Brand Award 2026, Bukti Kekuatan Brand di Ranah Digital


23 Penghargaan dalam Delapan Bulan Kepemimpinan

Dalam delapan bulan masa kepemimpinannya, Gubernur Hidayat Arsani mencatatkan capaian membanggakan dengan meraih 23 penghargaan di berbagai sektor. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Bangka Belitung.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menandatangani dokumen kesepakatan dalam Rapat Koordinasi Gubernur bersama Bupati dan Wali Kota se-Bangka Belitung di Kabupaten Belitung.


Capaian Ekonomi, Inflasi, dan IPM

Pada sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung hingga Triwulan III Tahun 2025 tercatat sebesar 3,21 persen. Meski mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya, capaian ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun 2024. Pemerintah Provinsi optimistis data Triwulan IV yang akan dirilis pada awal Februari 2026 menunjukkan tren peningkatan, seiring membaiknya kinerja sektor pertanian, industri pengolahan, transportasi, pariwisata, serta akomodasi dan jasa.

Dari sisi stabilitas harga, inflasi Bangka Belitung tetap terkendali pada angka kumulatif 2,77 persen, berada dalam rentang target nasional 2–4 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga menunjukkan tren positif, meningkat dari 74,55 menjadi 75,26, dengan seluruh kabupaten/kota di Babel telah masuk kategori IPM tinggi.

Pemprov Babel Tegaskan Klaim Pengadaan Mobiler Rumah Dinas Wagub Tak Memiliki Dasar Administrasi

Sementara itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan hingga 5 persen, menjadikan Bangka Belitung sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah kelima secara nasional. Capaian ini turut diiringi penurunan tingkat pengangguran terbuka, peningkatan usia harapan hidup, serta rata-rata lama sekolah.


Fokus Isu Strategis Daerah dan Apresiasi untuk Belitung

Gubernur juga memaparkan capaian dan tantangan pembangunan di masing-masing kabupaten/kota, mulai dari pertumbuhan ekonomi, inflasi, IPM, kemiskinan, pengangguran, hingga sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menekankan agar setiap kepala daerah fokus pada isu strategis sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi khusus kepada Kabupaten Belitung atas capaian kinerja positif sepanjang tahun 2025, dan berharap hal tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Kita tidak perlu malu untuk belajar agar menjadi lebih baik. Dengan saling belajar dan saling menguatkan, saya yakin Bangka Belitung ke depan akan semakin maju dan bersatu,” ujarnya.

Safari Ramadan di Belitung, Gubernur Babel Hidayat Arsani Salurkan Bantuan dan Serukan Persatuan


Dukungan DJPb dan Penekanan Program Prioritas Nasional

Dukungan terhadap kepemimpinan daerah juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Bangka Belitung, Syukriah. Ia mengapresiasi capaian penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 yang telah melampaui 90 persen.

“Capaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam memanfaatkan TKD secara optimal. Ini juga menjadi sinyal positif bagi pemerintah pusat bahwa Bangka Belitung berada dalam kondisi yang kondusif,” jelasnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Babel, Fery Afriyanto, menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap program prioritas nasional di tengah keterbatasan fiskal tahun 2026, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberdayaan UMKM, penguatan UHC prioritas, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta pengembangan Desa/Kampung Nelayan Merah Putih.

Pj Sekda juga mengingatkan kesiapan Kabupaten Belitung dan Belitung Timur dalam menghadapi re-validasi Belitong pada Juni 2026 guna mempertahankan status internasional yang berdampak pada sektor pariwisata.


Peluncuran Maskot Porprov VII Babel 2026

Rangkaian Rakor turut ditandai dengan peluncuran logo dan maskot Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-VII Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2026. Gubernur Hidayat Arsani secara resmi meluncurkan maskot “Bang Tilin”, yang terinspirasi dari fauna khas Bangka Belitung dan melambangkan kelincahan, semangat juang, serta sportivitas.


Penandatanganan 12 Hasil Rakor

Sebagai penutup, dilakukan penandatanganan berita acara 12 hasil Rakor oleh para Bupati dan Wali Kota se-Bangka Belitung. Hasil Rakor tersebut menegaskan komitmen bersama dalam penguatan sinergi pembangunan, dukungan terhadap Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, pengendalian inflasi, percepatan MBG, pengembangan koperasi desa, pengelolaan sampah ramah lingkungan, optimalisasi potensi tambang, peningkatan angka harapan sekolah, serta penguatan strategi pendapatan daerah di tengah penurunan pagu TKD tahun 2026.

Rakor ini dihadiri oleh seluruh Kepala Daerah se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beserta jajaran, pejabat Perangkat Daerah Pemprov Babel, Kepala Kanwil DJPb Kementerian Keuangan Wilayah Babel, serta tamu undangan lainnya. (Rz)

Bagikan