PANGKALPINANG – Penyelenggaraan Festival Kampung Bintang 2026 yang berlangsung pada 3 hingga 5 April 2026 sarat dengan nilai toleransi dan kebersamaan, sejalan dengan tema yang diusung, โMenjaga Tradisi, Merajut Kebersamaanโ.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menyampaikan bahwa festival kuliner Chinese halal bukan sekadar slogan, melainkan wujud ikhtiar Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam memperkuat sekaligus merawat citra sebagai kota toleransi.
โKita ingin Kota Pangkalpinang benar-benar dikenal sebagai kota toleransi. Melalui festival ini, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat berkumpul, menjaga tradisi, dan merajut kebersamaan,โ katanya, Sabtu (3/5/2026).
Ia menambahkan, momentum yang berdekatan dengan Ceng Beng yang identik dengan tradisi ziarah kubur dapat dipadukan dengan kegiatan ekonomi kreatif dan wisata budaya, sehingga menghadirkan pengalaman yang lebih luas bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.
โDengan tema menjaga tradisi dan merajut kebersamaan, masyarakat yang datang untuk berziarah juga dapat merasakan suasana yang membahagiakan melalui berbagai kegiatan yang disiapkan,โ ujar Dessy.
Perkuat Ekonomi Kreatif dan Identitas Budaya
Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Irma Mustikasari, menilai konsep bazar kuliner halal bernuansa budaya Tionghoa ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar UMKM sekaligus memperkuat identitas wisata kuliner Pangkalpinang.
โFestival ini bukan sekadar hiburan. Kami ingin menghadirkan ruang pertemuan antara budaya, pariwisata dan ekonomi rakyat. Kehadiran bazar Chinese halal diharapkan mampu memberi peluang usaha baru bagi masyarakat,โ ujarnya.
Ratusan pelaku UMKM turut ambil bagian dalam bazar tersebut, dengan menghadirkan beragam produk mulai dari makanan dan minuman, kerajinan, fesyen, hingga produk kreatif khas Bangka Belitung.
Penyelenggara menargetkan Festival Kampung Bintang 2026 menjadi etalase ekonomi kreatif Kota Pangkalpinang, seiring meningkatnya kunjungan masyarakat selama tiga hari pelaksanaan. Rangkaian hiburan, perlombaan, dan pertunjukan budaya yang disuguhkan diperkirakan memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi warga.

Rangkaian Kegiatan dan Antusiasme Pengunjung
Pada hari pertama, Jumat (3/4/2026), festival dibuka dengan penampilan barongsai Kong Chiang, parade nusantara, tabuh gong, hingga kunjungan ke stan UMKM yang diiringi kolaborasi seni Balijonk Art Fashion dan Buday 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.
Malam harinya, panggung hiburan diisi pertunjukan Taichi Aidity Babel, The Fellaโs Band, serta Wita Band Pangkalpinang, yang diperkirakan mampu memperpanjang durasi kunjungan masyarakat sehingga transaksi UMKM dapat berlangsung lebih optimal.
Pada Sabtu (4/4/2026), kegiatan diawali dengan Ceng Beng Cup di Girimaya Golf, dilanjutkan penampilan drumband, dambus rampai bunyi, story telling cerita rakyat Bangka Belitung, rentak serumpun, hingga lomba line dance.
Malam puncak festival digelar mulai pukul 19.00 WIB dengan rangkaian acara pembukaan, penampilan Wushu Ronin, hiburan musik, serta sambutan dari Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dan Wali Kota Pangkalpinang. Momentum ini dinilai penting untuk mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu penopang pertumbuhan daerah.
Sementara itu, pada Minggu (5/4/2026), kegiatan difokuskan pada perlombaan dan partisipasi masyarakat, di antaranya barongsai, drama musikal Ronin, serta lomba fashion show untuk berbagai kategori usia hingga umum.
Penyelenggara juga menyiapkan sesi karaoke bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan.
Festival ini tidak hanya mendorong penjualan produk, tetapi juga membuka ruang promosi yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan merek, menjaring pelanggan baru, hingga membuka peluang kerja sama usaha.
Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan usaha yang semakin ketat, Festival Kampung Bintang 2026 diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal, dengan memadukan wisata, seni, dan kuliner guna membangun ekosistem ekonomi yang tumbuh dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (Rz)






