Kolaborasi PT TIMAH dan The Tanggokers Perkuat Konservasi Ikan Endemik Bangka Lewat Riset dan Edukasi

PANGKALPINANG – PT TIMAH (Persero) Tbk terus meneguhkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan beserta keanekaragaman hayati. Ikhtiar itu diwujudkan melalui kolaborasi bersama Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung atau The Tanggokers dalam mendukung penelitian sekaligus penerbitan buku Biodiversitas Ikan Tempalak (Wild Betta) Endemik Pulau Bangka.

Buku tersebut mengangkat kekayaan tiga spesies ikan tempalak endemik Pulau Bangka, yakni Betta burdigala, Betta chloropharynx, dan Betta schalleri, yang saat ini telah masuk dalam kategori terancam punah menurut IUCN Red List.

Di dalamnya dihimpun beragam informasi mengenai karakteristik, persebaran, hingga habitat alami masing-masing spesies. Kehadiran buku ini diharapkan menjadi rujukan ilmiah sekaligus media edukasi yang dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberadaan ikan endemik beserta ekosistem yang menjadi tempat hidupnya.


Menyulam Ikhtiar Menjaga Kekayaan Alam

Dewan Pembina Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung, Swarlanda Gusti, menjelaskan bahwa PT TIMAH berperan mendukung proses penyusunan buku melalui fasilitasi kegiatan penelitian serta pembangunan kolam-kolam mini yang dimanfaatkan sebagai sarana konservasi dan pengembangan ikan endemik Pulau Bangka.

LURAH RACING On Fire! “Uyup Punya Gawe” Antar Aldo Bilkis 201 Raih Juara Umum Hadiah Mobil

“Berkat dukungan PT TIMAH, kami dapat memperkuat upaya penelitian sekaligus konservasi ikan endemik. Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menjaga kekayaan hayati Bangka Belitung,” kata Swarlanda saat menyerahkan buku ke PT TIMAH pada, Jumat (3/7/2026).

Harapan pun disampaikan agar buku yang telah diterbitkan itu dapat menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia. Dengan demikian, semakin luas pula masyarakat mengenal kekayaan ikan endemik Pulau Bangka dan terdorong untuk bersama-sama menjaga kelestariannya.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur PT TIMAH bersedia bekerja sama dan mendukung yayasan kami. Kami berharap kolaborasi dan sinergi yang telah terjalin ini dapat terus berlanjut sehingga upaya pelestarian ikan endemik di Bangka Belitung semakin berkembang,” ujarnya.


Merawat Pengetahuan, Menjaga Warisan

Ikhtiar pelestarian itu tidak berhenti pada penerbitan buku pertama. Yayasan Ikan Endemik Bangka Belitung kini tengah mempersiapkan buku lanjutan yang akan mengangkat beragam nama lokal ikan yang selama ini digunakan masyarakat Bangka.

Dokumentasi tersebut diharapkan dapat memperkaya khazanah literatur mengenai biodiversitas daerah, sekaligus menjaga pengetahuan lokal yang telah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya agar tetap lestari di tengah perjalanan zaman. (Rz)

Bagikan