PANGKALPINANG – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap penerbangan rute Jakarta-Pangkalpinang dan sebaliknya. Sebanyak 10 penerbangan dibatalkan pada Minggu (6/9/2026), menyebabkan 1.262 penumpang terdampak di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.
Pembatalan terjadi setelah operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta dihentikan sementara akibat sebaran abu vulkanik. Penutupan bandara saat itu diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB.
Penumpang Kecewa Dapat Informasi di Bandara
Salah satu penumpang terdampak, Marzam (56), warga Toboali, Bangka Selatan, sedianya terbang menuju Semarang dengan transit di Jakarta menggunakan Super Air Jet.
Penerbangannya dijadwalkan berangkat pukul 08.25 WIB, namun kemudian dijadwal ulang hingga tiga hari berikutnya.
“Jadwalnya berangkat pukul 08.25 WIB ini, tetapi ini dijadwal ulang, untuk tiga hari ke depan,” kata Marzam di Bandara Depati Amir.
Ia mengaku kecewa karena baru mengetahui pembatalan setelah tiba di bandara.
“Sangat rugi lah dari rumah ke bandara ini sudah mengeluarkan tenaga, biaya. Pas di bandara baru dapat informasi,” ujarnya.
Marzam berharap informasi penerbangan disampaikan lebih cepat dan jumlah petugas ditambah untuk membantu penumpang yang melakukan penjadwalan ulang.



