Pamit Kembali Kuliah, Mahasiswa Asal Pangkalpinang Meninggal di Teluk Uber

BANGKA – Suasana duka masih menyelimuti kediaman Fitri, warga Jalan SMAN 3 Pangkalpinang, Gang Nanas 3, Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang. Putra bungsunya, Adit, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Teluk Uber, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, pada Selasa (13/1/2026).

Kesedihan mendalam tampak jelas dari raut wajah Fitri. Ia mengaku masih sulit menerima kenyataan bahwa anak ketiganya itu telah pergi untuk selamanya setelah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada Rabu (14/1/2026) pagi.

Fitri mengatakan, kepergian Adit dari rumah pada Minggu (11/1/2026) lalu sama sekali tidak menimbulkan firasat apa pun. Saat itu, sang anak berpamitan untuk kembali ke tempat kosnya di Kabupaten Bangka karena harus melanjutkan aktivitas perkuliahan.

“Waktu pamit ke kos, dia biasa saja. Tidak ada tanda-tanda aneh. Dia bilang Senin harus menyerahkan tugas kuliah,” tutur Fitri saat ditemui di rumah duka.


Sempat Berpamitan Ingin ke Pantai Bersama Teman

Menurut Fitri, sebelum berangkat ke Sungailiat, Adit sempat menyampaikan rencana untuk pergi ke pantai bersama teman-temannya saat libur semester. Namun, sebagai orang tua, Fitri mengaku sempat menyimpan kekhawatiran meski tak sempat mengungkapkannya secara langsung.

“Dia bilang mau ke pantai hari Selasa. Saya sebenarnya ingin melarang mandi di pantai, tapi waktu itu tidak sempat saya sampaikan,” ujarnya dengan suara lirih.

Sehari sebelum kejadian, Adit juga masih sempat menghubungi orang tuanya dari kos. Dalam percakapan tersebut, ia bercerita tentang kegiatannya, termasuk makanan yang ia santap malam itu.

“Malam Senin dia telepon, bilang sudah makan dan besok rencananya ke pantai bersama teman-temannya,” kata Fitri.


Telepon Terakhir Sebelum Kabar Duka

Fitri menambahkan, pada pagi hari sebelum peristiwa nahas terjadi, Adit sempat menghubungi ayahnya untuk menanyakan perkembangan pembangunan rumah sang nenek.

“Sekitar pukul 10 pagi dia masih menelepon bapaknya, tanya soal pembangunan rumah. Tidak lama setelah itu, sekitar siang, kami mendapat kabar Adit tenggelam,” ungkapnya.

Mendengar kabar tersebut, Fitri dan keluarga langsung menuju lokasi kejadian dan mengikuti proses pencarian yang dilakukan tim gabungan. Namun, hingga malam hari korban belum ditemukan.

“Pencarian hari itu belum berhasil. Kami pulang malam, lalu pagi harinya sekitar setengah tujuh kami dapat kabar korban sudah ditemukan dan dibawa ke rumah,” katanya.


Keluarga Ikhlas dan Mohon Doa

Meski berat, Fitri menyatakan telah mengikhlaskan kepergian putra bungsunya. Ia menyebutkan bahwa Adit tenggelam saat berusaha menolong temannya.

“Sebagai orang tua tentu sangat kehilangan, tapi kami ikhlas. Katanya dia sempat menolong temannya. Semoga anak kami tenang dan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan,” ucap Fitri.

Ia juga memohon doa dari masyarakat agar keluarga diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut. (Rz)

Tag: