PANGKALPINANG – Seorang penjaga konter di Paritlalang, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, menjadi korban peredaran uang palsu dengan modus pelaku meminta transfer uang sebesar Rp1 juta. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Korban bernama Julia mengungkapkan, saat kejadian terdapat tiga orang yang melakukan transaksi transfer dalam waktu berdekatan. Dua di antaranya merupakan pelanggan tetap, sedangkan satu orang lainnya tidak dikenal dan datang menggunakan sepeda motor.
Pelaku meminta Julia mentransfer uang sebesar Rp1 juta ke nomor rekening yang diberikannya. Sebagai pembayaran, pelaku menyerahkan uang tunai pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu dengan total Rp1 juta.
“Saat kejadian itu ada orang tiga yang transfer besar, dua orang itu pelanggan kami dan satu orang itu yang orang asing. Dia (diduga pelaku) transfer uang Rp1 juta, saya sempat curiga tapi kami baru tahu ada uang palsu sore ketika menghitung uang,” kata Julia kepada Bangkapos.com, Jumat (20/2/2026) pagi.
Kecurigaan Muncul Saat Penghitungan
Kecurigaan baru muncul ketika uang hasil transaksi dihitung kembali pada sore hari. Julia mendapati kondisi fisik uang tersebut berbeda dari uang asli.
“Tidak banyak upalnya cuman Rp200 ribu, nah pas kami tahu langsung dicek. Awalnya, saya terawang kok beda dan saya lapor ke bos terus dicelupkan ke air satu lembar upal dan luntur,” ucapnya.
Dua lembar pecahan Rp100 ribu diketahui luntur setelah dicelupkan ke air. Total uang palsu yang diterima mencapai Rp200 ribu.
Dari rekaman kamera CCTV, pemilik konter melihat diduga pelaku sempat membolak-balikkan uang sebelum menyerahkannya kepada penjaga konter.
“Dia waktu sebelum menyerahkan uang ke saya, sempat dia bolak-balikkan uang. Disana saya mulai curiga, tapi memang salah saya tidak cek dulu pas nerima uang dan status pengiriman berhasil dan diduga pelaku pergi meninggalkan konter,” bebernya.
Tim Buser Turun ke Lokasi
Julia mengaku tidak mengenali pelaku karena bukan pelanggan tetap. Namun pada malam harinya, sekitar pukul 22.00 WIB, tim buser Naga dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Pangkalpinang mendatangi lokasi kejadian dan menunjukkan wajah yang diduga pelaku.
“Baru kali ini kejadian seperti ini saya alami sudah 7 tahun kerja, dulu pemilik konter pernah upal Rp50 ribu selembar. Nah, tadi malam sekitar jam 10 malam tim Naga datang ke sini dan menunjukkan wajah diduga pelaku dan saya masih ingat seperti mirip,” ujarnya.
“Untuk upal semalam dibawa tim Naga, kalau sekarang tidak ada lagi upalnya dan saya juga terkejut saat mengetahui ada upal karena baru kali ini kejadian yang saya alami,” ungkapnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Pangkalpinang, AKP Singgih Aditya Utama, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerjunkan anggota untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“Ya, semalam anggota buser Naga sudah meluncur ke TKP untuk menindaklanjuti informasi dari masyarakat,” kata AKP Singgih kepada Bangkapos.com.
Informasi dalam berita ini dihimpun dari laporan Bangkapos.com. (Rz)






