BANGKA TENGAH – Penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas yang terdampar di Pantai Kelapa Dua, Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (24/3/2026) pagi, akhirnya menemukan titik terang setelah melalui proses identifikasi oleh pihak kepolisian.
Jasad tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama La Rusani sekitar pukul 05.30 WIB, saat ia menuju kawasan pantai dan mendapati sesosok tubuh laki-laki tergeletak di pinggir pantai dalam kondisi terdampar.
Setelah melakukan pengecekan singkat, saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada Kepala Desa Tanjung Gunung, yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan tersebut, Tim SAR Brimob Polda Babel yang tengah bertugas dalam Operasi Ketupat Menumbing 2026 langsung bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 07.00 WIB untuk mengamankan tempat kejadian perkara serta berkoordinasi dalam proses evakuasi.
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Agus Sugiyarso, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut.
“Benar, informasi yang kita terima bahwa telah ditemukan jasad seorang laki-laki tanpa identitas di Pantai Kelapa Dua, Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah pagi tadi. Saat ini, tim di lapangan fokus pada pengamanan TKP dan kami telah berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Pangkalpinang untuk proses evakuasi serta identifikasi lebih lanjut,” ujar Kombes Pol Agus Sugiyarso.
Identitas Korban Akhirnya Terungkap
Seiring berjalannya penyelidikan, identitas korban akhirnya berhasil diketahui. Korban bernama Abdul Kadir Zailani (78), warga Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.
Berdasarkan hasil penelusuran, korban diketahui mengidap demensia atau penurunan daya ingat akut, yang menyebabkan dirinya kerap meninggalkan rumah selama berhari-hari.
Kapolsek Pangkalan Baru Iptu Budi Santoso menjelaskan bahwa kondisi tersebut telah lama dialami korban.
“Korban karena sudah berumur 78 tahun sudah pikun, lalu yang bersangkutan sering meninggalkan rumah. Mulai dari dua hari hingga seminggu sering meninggalkan rumah, jadi keluarga tidak mencari karena sudah sering seperti itu,” ujar Iptu Budi Santoso.
Ia juga membenarkan identitas korban yang lahir pada tahun 1947 tersebut.
“Iya benar, tahun kelahiran 1947 umur sudah 78 tahun,” ucapnya.
Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Berdasarkan hasil dari rumah sakit Bhayangkara, tidak ada tanda luka akibat kekerasan. Ada lecet di kepala tapi karena ada batu-batu di Pantai, tapi intinya tidak ada kekerasan,” ungkapnya.
Sebelumnya, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait korban untuk segera melapor guna membantu proses identifikasi.
“Diketahui bahwa jasad korban masih mengenakan pakaian lengkap dan saat ini belum diketahui penyebab kematian korban dan masih dalam proses penyelidikan,” tuturnya.
Hingga kini, aparat masih terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, meskipun identitas telah berhasil diungkap dan tidak ditemukan indikasi kekerasan. (Rz)






