Membalong – Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus Kabong Kecamatan Membalong menyelenggarakan Workshop Peningkatan Kompetensi Guru bertema “Menciptakan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman” yang berlangsung di SD Negeri 6 Membalong, Kamis, 12 Februari 2026.
Kegiatan tersebut diikuti oleh para guru SD/MI se-Gugus Kabong sebagai ikhtiar bersama dalam meneguhkan lingkungan belajar yang aman, tenteram, serta terbebas dari perundungan, kekerasan terhadap anak, dan penyalahgunaan narkoba.
Meneguhkan Peran Guru dan Sinergi Bersama
Workshop menghadirkan AIPDA Al Huzairi, Ps. Kanit Binmas Polsek Membalong sebagai narasumber pada sesi materi pertama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya peran guru sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi perundungan serta penyimpangan perilaku di lingkungan sekolah.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran bersama dan pengawasan yang berkelanjutan,” ujar AIPDA Al Huzairi dalam penyampaiannya.
Kehadiran jajaran kepolisian dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Melalui pendekatan pembinaan dan penyuluhan, kepolisian hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, melainkan juga sebagai sahabat masyarakat yang turut menjaga serta menguatkan lingkungan pendidikan agar tetap aman dan kondusif.
Selain materi mengenai perundungan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, peserta juga menerima pemaparan terkait kebijakan pendidikan terbaru yang disampaikan oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung.
Komitmen dalam Rencana Tindak Lanjut
Kegiatan berlangsung dengan suasana yang tertib dan penuh perhatian. Sesi diskusi dan tanya jawab memberi ruang bagi para guru untuk menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman dari satuan pendidikan masing-masing.
Ketua Gugus Kabong, Masni, S.Pd.SD, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret Gugus Kabong dalam mendukung program sekolah ramah anak serta membangun budaya sekolah yang positif dan berkarakter.
Workshop ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk kesungguhan bersama untuk menerapkan hasil kegiatan di lingkungan sekolah masing-masing, dengan harapan terjalin sinergi yang kuat antara sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum dalam membangun dunia pendidikan yang aman dan bermartabat. (Rz)






