Hadiri Wisuda IKPAH, Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Ingin Lahir Generasi Penerus Qurani

Hadiri Wisuda 200 Santri Yayasan IKPAH, Bunda PAUD Babel Harap Generasi Penerus Terus Cintai Al-Qur'an. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)
Hadiri Wisuda 200 Santri Yayasan IKPAH, Bunda PAUD Babel Harap Generasi Penerus Terus Cintai Al-Qur'an. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Bangka, lawangpos.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, hadir memberikan dukungan penuh pada prosesi wisuda 200 santri TKQ/TPQ binaan Yayasan IKPAH Indonesia Angkatan XXVI, Sabtu (2/5/2026).

Bertempat di Aula Pesantren Tuna Netra Indonesia ‘Nurul A’Maa’, Sungailiat, Noni yang hadir didampingi istri Bupati Bangka, Dini Fery Insani, tidak sekadar duduk sebagai tamu kehormatan. Ia turun langsung memandu prosesi pemindahan tali toga para santri dan secara khusus menyerahkan penghargaan kepada anak-anak yang meraih prestasi.

Tanpa agenda sambutan formal, rasa bangga Noni tampak jelas melalui interaksi hangatnya bersama para santri dan wali murid di sela acara.

“Mereka santri-santri yang diwisuda ini adalah penerus Bangka Belitung yang mencintai Al-Qur’an. Saya harap ada anak-anak lainnya juga mengikuti dan selalu dekat dengan Al-Qur’an,” ungkap Noni kepada awak media dan tamu yang hadir.

Wisuda 200 Santri IKPAH, Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Titip Pesan Cintai Al-Qur'an. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Wisuda 200 Santri IKPAH, Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Titip Pesan Cintai Al-Qur’an. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Wisuda Penuh Makna

Kesejahteraan Pekerja Jadi Fokus, Prof Udin: Pemkot Pangkalpinang Maksimalkan Jaminan Sosial

Terkait pelaksanaan wisuda, Ketua Yayasan IKPAH Indonesia, Riski Amelia, memaparkan bahawa ada sekitar 200 santri dari 20 lembaga TKQ/TPQ se-Kabupaten Bangka yang berhasil menamatkan pendidikan dasar Al-Qur’an pada angkatan ke-26 ini.

Dalam kesempatan tersebut, Riski juga menegaskan dua misi utama yang kini menjadi fokus yayasan.

“Ini dua hal yang kami lakukan saat ini di Pesantren Tunanetra, yakni memberantas buta aksara Al-Qur’an untuk orang awas (penglihatan normal) lewat santri-santri ini, dan juga memberantas buta aksara Al-Qur’an Braille lewat teman-teman tunanetra yang berjuang di pesantren ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bangka, Suprianto Suhari, dalam sambutannya memberikan pengingat tegas kepada seluruh pengelola lembaga pendidikan anak.

“Kami mengingatkan agar tidak terjadi perundungan (bullying) dan kekerasan fisik di lembaga TKQ/TPQ. Jaga keamanan di lingkungan sehingga ramah untuk belajar dan ramah untuk anak,” tegas Suprianto.

Bahasa Daerah Adalah Identitas, Noni Hidayat Arsani Ajak Generasi Muda Bangga

Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Hadiri Wisuda 200 Santri, Dorong Anak-Anak Dekat dengan Al-Qur'an. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Bunda PAUD Babel Noni Hidayat Arsani Hadiri Wisuda 200 Santri, Dorong Anak-Anak Dekat dengan Al-Qur’an. (Foto: doc. Humas Diskominfo Babel)

Apresiasi Untuk Santri Disabilitas

Sebagai informasi, sebelum puncak acara wisuda dimulai, Noni Hidayat Arsani bersama rombongan lainnya menyempatkan diri meninjau langsung area asrama Ponpes Tunanetra ‘Nurul A’Maa’.

Dalam tinjauan tersebut, Bunda PAUD Babel ini berinteraksi dekat dan memberikan apresiasi tinggi kepada para santri disabilitas netra. Ia memuji kegigihan para santri yang luar biasa hebat, mampu membaca hingga menghafal ayat suci Al-Qur’an hanya dengan kepekaan jari meraba lembar demi lembar huruf Braille. (Rz)

Bagikan