PANGKALPINANG – PT TIMAH Tbk terus memperkuat komitmennya dalam memperbaiki tata kelola pertambangan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola Pertambangan dan Kemitraan serta Bimbingan Teknis (Bimtek). Kegiatan ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk mendorong peningkatan kualitas tata kelola korporasi secara berkelanjutan.
FGD dan Bimtek tersebut menghadirkan Jamdatun Kejaksaan Agung RI Narendra Jatna, Deputi Pengkajian Strategik Lemhanas RI Mayjen TNI Rudi Purnomo, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Cecep Mochamad Yasin, Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta Zulkifli, serta Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan Sarbinin Usman.
Forum ini menjadi ruang diskusi yang konstruktif untuk menyamakan persepsi, memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan, sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam pembenahan sistem kemitraan dan pengelolaan operasional pertambangan yang berkelanjutan.
Langkah Bersama Memperbaiki Tata Kelola
Direktur Pengembangan Usaha PT TIMAH Tbk Suhendra Yusuf Ratuprawiranegara mengatakan, PT TIMAH Tbk bersama Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Lemhanas, dan Kementerian ESDM secara bersama-sama melakukan penelaahan terhadap berbagai permasalahan tata kelola komoditas timah dari sudut pandang korporasi, regulator, dan penegak hukum.
Upaya tersebut, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk membentuk tata kelola komoditas timah yang lebih baik sehingga dapat memberikan manfaat optimal bagi negara, pelaku usaha, dan masyarakat.

Suhendra menambahkan, perusahaan juga telah melakukan konsolidasi serta penguatan tata kelola melalui diskusi-diskusi strategis bersama para pemangku kepentingan sebagai wujud nyata pembenahan sistem secara terstruktur.
“Komitmen ini akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan guna memperbaiki serta memperkuat tata kelola penambangan yang disiplin, transparan, dan akuntabel dengan berdasarkan kepentingan negara dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama,” katanya.
Ia berharap, melalui kolaborasi terpadu dan pengendalian yang efektif, berbagai isu strategis, mulai dari mekanisme kemitraan, kepatuhan perizinan, hingga praktik pertambangan ilegal, dapat dicegah dan ditangani secara komprehensif. Dengan demikian, industri timah nasional diharapkan dapat tumbuh secara sehat sekaligus memberi nilai tambah yang optimal bagi kesejahteraan rakyat.
Bagian dari Transformasi Perusahaan
Kegiatan FGD dan Bimtek ini juga menjadi bagian dari transformasi PT TIMAH Tbk dalam membangun sistem tata kelola yang lebih kuat dan adaptif terhadap dinamika industri pertambangan nasional.
Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, PT TIMAH Tbk berharap dapat memperkuat integritas seluruh pemangku kepentingan, meningkatkan kualitas kemitraan, serta memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai koridor hukum dan prinsip keberlanjutan. (Rz)






