BANGKA BARAT – Upaya pencarian terhadap Tok Neng alias M. Adnan Sahid (67), nelayan asal Mentok yang dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Berang-Berang, Kabupaten Bangka Barat, masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Hingga Rabu (14/1/2026), korban belum berhasil ditemukan.
Pencarian telah memasuki hari keenam sejak korban dilaporkan tidak kembali dari melaut pada Jumat (9/1/2026). Namun, kondisi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi menjadi tantangan utama di lapangan.
Komandan Unit Pos SAR Mentok, Fajar Permana, menyampaikan bahwa operasi pencarian tetap dilaksanakan dengan mengutamakan faktor keselamatan seluruh personel.
“Tim tetap melakukan penyisiran sesuai prosedur, namun kondisi alam menjadi perhatian utama agar tidak membahayakan personel yang terlibat,” ujarnya.
Tim Gabungan Libatkan Banyak Unsur
Dalam operasi pencarian ini, berbagai unsur dilibatkan, mulai dari rescuer Pos SAR Mentok, TNI AL, Polairud Polres Bangka Barat, Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, BPBD Bangka Barat, aparat desa, relawan, nelayan setempat, hingga pihak keluarga korban.
Menurut Fajar, hingga hari keenam pencarian, hasil yang diperoleh masih nihil. Sejumlah kendala di lapangan, khususnya cuaca yang tidak bersahabat, membatasi metode pencarian yang dilakukan.
“Pada beberapa hari pencarian, hujan lebat dan angin kencang menyulitkan pengamatan visual. Metode penyisiran yang digunakan menjadi kurang maksimal,” jelasnya.
Belum Ditemukan Tanda Keberadaan Korban
Fajar menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan petunjuk kuat yang mengarah pada keberadaan korban. Satu-satunya temuan di lapangan hanyalah jaring milik korban yang ditemukan oleh nelayan lain.
“Belum ada indikasi posisi korban, perahu, maupun barang lain yang bisa menjadi petunjuk lanjutan,” katanya.
Sesuai standar operasional prosedur (SOP), operasi SAR dilakukan maksimal selama tujuh hari. Meski demikian, pihak SAR tetap akan melakukan pemantauan setelah operasi resmi ditutup.
“Jika ada laporan atau tanda-tanda baru dari nelayan atau kapal yang melintas, operasi bisa kembali dibuka,” ujarnya.
Keluarga Masih Menunggu dengan Harap
Di tengah pencarian yang belum membuahkan hasil, keluarga korban masih setia menunggu di sekitar pesisir Pantai Batu Rakit, Mentok. Nurdi (35), anak laki-laki Tok Neng, mengaku belum kehilangan harapan meski hari demi hari berlalu tanpa kepastian.
“Kami masih berharap ayah bisa ditemukan. Kami terus menunggu kabar dari tim pencari,” ujarnya singkat.
Keluarga bersama rekan-rekan korban tetap memantau perkembangan pencarian dari tepi pantai, berharap upaya Tim SAR Gabungan segera membuahkan hasil. (Rz)













