PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menegaskan kebangkitan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penggerak ekonomi daerah dengan melantik jajaran Komisaris dan Direksi PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (BBBS) periode 2025–2030 di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Rabu (7/1/2026).
Pelantikan ini tidak sekadar pergantian manajemen, melainkan menjadi titik awal aktivasi kembali BUMD Babel yang selama ini dinilai belum optimal, sekaligus membuka jalan masuknya investasi senilai Rp 7,7 triliun tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Gubernur Aktifkan BUMD, Dorong Mesin Ekonomi Daerah
Pelantikan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Babel, pimpinan instansi vertikal, jajaran kepala perangkat daerah, perbankan, swasta, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa BUMD harus menjadi instrumen strategis pemerintah daerah, bukan sekadar pelengkap struktur birokrasi.
“Selama ini BUMD terkesan tidak aktif. Hari ini kita aktifkan kembali agar benar-benar bekerja, profesional, transparan, dan memberi kontribusi nyata bagi daerah,” tegas Gubernur.
Menurutnya, penguatan BUMD merupakan langkah penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.
Struktur Manajemen Baru, Eka Mulya Putra Nahkodai BBBS
Dalam kepengurusan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera periode 2025–2030, Arie Primajaya ditunjuk sebagai Komisaris Utama, Alfian sebagai Komisaris, Eka Mulya Putra sebagai Direktur Utama, serta Dedy Purnama sebagai Direktur Keuangan.

Gubernur berharap manajemen baru mampu menghadirkan perubahan nyata dan menjadikan BUMD sebagai kekuatan ekonomi daerah yang adaptif dan berorientasi hasil.
Investasi Rp 7,7 Triliun untuk Pembangunan Pelabuhan Belinyu dan Pasir Padi
Usai pelantikan, disaksikan langsung oleh Gubernur Hidayat Arsani, PT BBBS menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Hai Yin, perusahaan asal Tiongkok yang bertindak sebagai mitra investor.
Kerja sama ini diarahkan pada dua proyek strategis, yakni pembangunan Pelabuhan Belinyu dengan nilai investasi sekitar Rp 3 triliun serta pengembangan kawasan Pasir Padi senilai Rp 4,7 triliun. Total investasi mencapai Rp 7,7 triliun dan seluruh pendanaan berasal dari investor tanpa menggunakan APBD.
“Ini mega proyek. BUMD tidak memakai anggaran pemerintah, tetapi murni investasi dari mitra. Ini bukti kepercayaan investor dan keseriusan kita membangun daerah,” ujar Gubernur.

BUMD Terlibat Langsung, Targetkan PAD dan Lapangan Kerja
Direktur Utama PT BBBS, Eka Mulya Putra, menegaskan bahwa kerja sama tersebut dilakukan dengan skema business to business, sehingga BUMD tidak hanya menjadi penonton.
“Kami akan membentuk tim khusus bersama mitra. BUMD terlibat dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pelaksanaan proyek,” ujarnya.
Ia memastikan investasi ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur pelabuhan, mendorong aktivitas logistik dan industri, membuka lapangan kerja, serta menjadi sumber PAD baru bagi Bangka Belitung.
“Kami siap bekerja maksimal. Ini momentum kebangkitan BUMD di bawah kepemimpinan baru,” tegas Eka.
Arah Baru Ekonomi Babel
Kerja sama ini merupakan bagian dari kesepakatan strategis antara Indonesia dan Tiongkok dalam pengembangan kapasitas produksi dan infrastruktur. Proyek tersebut diharapkan menjadikan Bangka Belitung sebagai simpul logistik dan kawasan ekonomi berwawasan lingkungan.
BACA JUGA: Di Bawah Kepemimpinan Hidayat Arsani, Babel Raih 21 Penghargaan Nasional Sepanjang 2025
Masuknya investasi Rp 7,7 triliun ini sekaligus menandai era baru BUMD Babel di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani dan Direktur Utama Eka Mulya Putra, dengan orientasi kuat pada kinerja, investasi, dan hasil nyata bagi masyarakat. (*/Rz)













