PANGKALPINANG — Enam puluh hari masa kepemimpinan Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin bersama Wakil Wali Kota Dessy Ayutrisna diwarnai dengan kerja nyata dan percepatan berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hampir seluruh perangkat daerah bergerak serentak merealisasikan program lintas sektor, mulai dari ekonomi kerakyatan, penataan lingkungan, penanggulangan bencana, hingga pelayanan sosial.
Langkah-langkah tersebut menjadi fondasi awal dalam mewujudkan Pangkalpinang sebagai kota yang tangguh, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM
Salah satu fokus utama dalam 60 hari kerja ini adalah penguatan ekonomi rakyat. Pemerintah Kota Pangkalpinang menyalurkan bantuan permodalan UMKM sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap pelaku usaha kecil. Dukungan akses modal yang lebih mudah dan terjangkau diharapkan mampu mendorong UMKM bangkit, berkembang, dan meningkatkan kapasitas usahanya.

Selain itu, Pemkot juga memfasilitasi ekspor produk UMKM, termasuk produk olahan pangan hasil laut, sebagai upaya membuka akses pasar yang lebih luas hingga ke tingkat global. Optimalisasi pendapatan daerah turut dilakukan melalui optimalisasi PAD sektor parkir, perpanjangan pembebasan denda PBB-P2, serta peresmian Program Sejagat (Sistem Elektronik Jaringan Anti Tunai).
Upaya penguatan ekonomi juga diwujudkan melalui pengoperasian TPS3R, yang mengubah pengelolaan sampah menjadi peluang ekonomi berbasis lingkungan dengan proses pilah, olah, dan daur ulang.
Penanganan Banjir dan Penataan Lingkungan Kota
Di sektor infrastruktur dan lingkungan, penanganan banjir menjadi perhatian utama. Pemerintah Kota Pangkalpinang melakukan langkah cepat tanggap penanggulangan banjir melalui penguatan infrastruktur, pembangunan kolam retensi, serta rehabilitasi drainase perkotaan.
BACA JUGA: Pemkot Pangkalpinang Percepat Kemandirian Ekonomi dan Jaminan Sosial Masyarakat
Program lain yang dijalankan meliputi gerakan gotong royong penanganan sampah liar, drainase, dan pasar, normalisasi kolong Gudang Buah, normalisasi saluran di jalan dalam kota, serta pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah untuk pemenuhan kebutuhan dasar air bersih.
Di bidang energi dan lingkungan, Pemkot menerima hibah lampu solar cell dari BPTD sebagai bagian dari upaya penguatan penerangan dan efisiensi energi ramah lingkungan.
Perlindungan Nelayan dan Keselamatan Kerja
Perhatian terhadap keselamatan masyarakat juga menyentuh sektor kelautan. Dalam periode ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang memberikan bantuan asuransi kepada 250 nelayan sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko kerja saat melaut.
Selain itu, dilaksanakan pula PKP Siap Kerja (pelatihan las) guna meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal, khususnya generasi usia produktif.
Sosial, Kesehatan, dan Pencegahan Stunting
Di bidang sosial dan kesehatan, berbagai program langsung menyasar kelompok rentan. Pemkot menyalurkan 300 paket makanan dalam rangka pencegahan stunting, 100 paket bantuan nutrisi dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, serta melaksanakan rembuk stunting sebagai forum kolaborasi lintas sektor.

Program kesehatan lainnya meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, khitanan massal, dan operasi bibir sumbing. Sementara itu, bantuan sosial juga diberikan melalui bantuan rumah layak huni, bantuan alat jalan dan kursi roda, serta penyerahan bantuan ATENSI kepada 183 penerima kluster disabilitas.
Pendidikan, Literasi, dan Pemberdayaan Masyarakat
Di sektor pendidikan dan penguatan sumber daya manusia, Pemkot menyalurkan bantuan alat peraga edukatif ke TK swasta, menyelenggarakan Festival Literasi, serta menginisiasi pendidikan kader muda daerah (PKPMD) dan kader inti pemuda anti narkoba (KIPAN).
Program pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui pelaksanaan Bujang Dayang 2025, launching digital farming PKK Cikar, serta Layanan Inovasi Permata Akika yang mendukung pengembangan inovasi lokal.
Ketertiban Umum dan Keamanan Lingkungan
Untuk menjaga ketertiban dan keamanan kota, Pemerintah Kota Pangkalpinang melaksanakan patroli sosial penertiban PPKS, penertiban tambang ilegal, serta patroli gabungan penanganan kenakalan remaja dan premanisme.

Langkah lain meliputi sosialisasi pedagang di trotoar, pembentukan tim penanganan pelanggaran perda, pembagian traffic cone ke sekolah dan rumah ibadah, serta pembentukan Satgas Patroli Belajar Malam guna menciptakan lingkungan sosial yang lebih tertib dan aman.
Fondasi Menuju 100 Hari Kerja
Rangkaian program yang dijalankan dalam 60 hari kerja ini menunjukkan bahwa pembangunan Kota Pangkalpinang tidak berjalan secara sektoral, melainkan terintegrasi dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah Kota Pangkalpinang menegaskan bahwa capaian ini menjadi fondasi awal menuju 100 hari kerja, sekaligus komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada rakyat.













