Jakarta – Komnas HAM mencatat dan merilis 10 korban jiwa yang meninggal dunia, dalam demonstrasi yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.
Aksi demo dimulai akhir Agustus hingga awal September 2025. Para korban yakni mahasiswa, siswa, driver ojol, ASN, hingga pegawai DPRD.
Dirangkum dari berbagai sumber berikut ini daftar korban jiwa yang teridentifikasi meninggal dunia saat demontrasi pada 25 Agustus hingga 1 September di antaranya:

1. Andika Lutfi Falah
Status: Siswa SMK 14 Tangerang
Usia: 16 tahun
Alamat: Desa Pematang, Tangerang, Banten
Kronologi: Andika meninggal dalam kerusuhan demo di Jakarta pada Jumat (29/8). Ia dilarikan ke RS Dr. Mintoharjo kondisi luka berat di bagian kepala belakang akibat benturan benda tumpul. Andika meninggal pada Minggu, 31 Agustus 2025 setelah lama tidak sadarkan diri.

2. Iko Juliant Junior
Status: Mahasiswa UNNES
Usia: 20 tahun
Alamat: Pondok Beringin, Ngaliyan, Semarang
Kronologi: Iko mahasiswa di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Ia pamit kepada orang tuanya untuk pergi ke kampus dengan membawa jas almamater. Iko dikabarkan kritis dan menjalani operasi di RSUP dr. Kariadi, Semarang. Pengakuan orang tuanya, Iko sempat mengigau meminta untuk tidak dipukuli lagi. Iko meninggal pada Minggu, 31 Agustus 2025 dan penyebab kematiannya masih belum diketahui.

3. Rheza Sendy Pratama
Status: Mahasiswa AMIKOM
Usia: 21 tahun
Alamat: Desa Sendangadi, Sleman, Yogyakarta3. Rheza Sendy Pratama
Kronologi: Rheza mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta turut berdemo pada Minggu, (31/8). Meski belum diketahui pasti penyebabnya meninggal, Rheza sempat dilarikan ke RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dan menghembuskan nafas pada 31 Agustus 2025.

4. Affan Kurniawan
Pekerjaan: Pengemudi Ojol Daring
Usia: 21 tahun
Alamat: Jatipulo, Jakarta Barat4. Affan Kurniawan
Kronologi: Affan meninggal dunia usai terlindas kendaraan taktis barracuda Brimob dalam demonstrasi pada Kamis, (28/8) malam. Lalu Affan dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Menurut informasi, Affan tidak ikut berdemo, ia berada di lokasi saat akan mengantar pesanan makanan di Jalan Bendungan Hillir (Benhil).

5. Rusdamdiansyah
Pekerjaan: Pengemudi Ojol Daring
Usia: 25 tahun
Alamat: Panakkukang, Karampuang, Makassar.
Kronologi: Rusdamdiansyah meninggal pasca dikeroyok sejumlah orang dalam demonstrasi yang terjadi di depan Kampus UMI Makassar pada Jumat (29/8) malam. Pengeroyokan terjadi lantaran salah sangka, Rusdam dianggap intel dalam aksi demonstrasi.

6. Sarina Wati
Pekerjaan: Staf Anggota DPRD Makassar
Usia: 25 tahun
Alamat: Bampesu, Kabupaten Bone, Sulsel.
Kronologi: Sarina meninggal dunia pada Jumat, 29 Agustus 2025 malam, massa demonstran membakar gedung DPRD Kota Makassar. Sarina meninggal karena terjebak di dalam gedung DPRD Makassar.

7. Muhammad Akbar Basri
Pekerjaan: Staf Humas DPRD Makassar
Usia: 26 tahun
Alamat: Balang Baru, Taman Lati, Kota Makassar
Kronologi: Akbar diketahui meninggal pada Jumat, 29 Agustus 2025 malam, di mana massa demonstran membakar gedung DPRD Kota Makassar. Ia meninggal karena terjebak di dalam gedung DPRD.

8. Saiful Akbar
Pekerjaan: ASN di Pemkot Makassar
Usia: 43 tahun
Alamat: Barombong, Makassar
Kronologi: Saiful menjabat sebagai Plt Kepala Seksi Kesra Kecamatan Ujung Tanah. Ia meninggal dunia Jumat (29/8) malam, massa membakar gedung DPRD Kota Makassar. Saiful meninggal dunia karena terjebak di dalam gedung DPRD Makassar.

9. Septinus Sesa
Pekerjaan: PPPK Papua Barat
Usia: 46 tahun
Alamat: Manokwari, Papua Barat
Kronologi: Septinus diduga meninggal akibat gas air mata di Manokwari, Papua Barat pada Kamis, 28 Agustus 2025. Septinus meninggal dalam kericuhan buntut unjuk rasa yang menolak pemindahan empat tahanan politik kasus makar dari Sorong, Papua Barat ke Makassar, Sulsel. Kepolisian masih menyelidiki kematian Septinus.

10. Sumari
Pekerjaan: Tukang Becak di Solo
Usia: 60 tahun
Alamat: Desa Sendang, Pacitan, Jatim
Kronologi: Sumari saat itu sedang tidur di becaknya mengalami sesak nafas dan serangan asma saat menghirup gas air mata dalam bentrokan massa demo dan aparat di Bundaran Gladak hingga Balai Kota Solo, pada Jumat 29 Agustus 2025 malam.













