Tiket Pesawat ke Belitung Melonjak hingga Rp2 Juta, Transportasi Laut Terbatas, SMSI Babel Minta Pemerintah Bertindak

PANGKALPINANG – Memasuki musim liburan, masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengeluhkan terbatasnya sarana transportasi menuju dan dari Pulau Belitung. Keluhan itu mencuat lantaran pilihan moda transportasi dinilai tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat yang hendak bepergian pada masa libur.

Di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan lesu oleh sebagian masyarakat, momentum liburan menjadi kesempatan bagi banyak keluarga untuk berwisata ke Belitung. Namun harapan itu justru dihadapkan pada keterbatasan transportasi serta tingginya biaya perjalanan yang dinilai semakin membebani.

Selain harga tiket pesawat yang disebut mengalami kenaikan, ketersediaan angkutan laut juga dinilai masih sangat terbatas. Kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh transportasi dengan biaya yang terjangkau.

Pada periode 3 hingga 5 Juli, harga tiket pesawat rute Pangkalpinang-Belitung disebut mencapai sekitar Rp2 juta per orang. Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tiket penerbangan rute Pangkalpinang-Jakarta yang pada periode yang sama berkisar Rp800 ribu. Perbedaan harga itu menjadi sorotan masyarakat karena perjalanan menuju Belitung justru lebih mahal dibandingkan penerbangan ke Jakarta.

Layanan kapal cepat Express Bahari, yang selama ini menjadi salah satu pilihan masyarakat, disebut memiliki frekuensi pelayaran yang terbatas. Di sisi lain, masyarakat masih dapat memanfaatkan kapal feri. Namun perjalanan kapal feri kerap dipengaruhi kondisi pasang surut air laut sehingga waktu tempuh menjadi jauh lebih lama.

Belanja di Belitung Expo Makin Hemat, Bank Sumsel Babel Hadirkan Promo QRIS untuk Dukung UMKM pada Hari Jadi Tanjungpandan ke-188

Pada kondisi surut, kapal bahkan tidak dapat langsung bersandar di Pelabuhan Tanjung Pandan. Akibatnya, penumpang harus menunggu hingga air pasang sebelum kapal dapat berlabuh. Kondisi seperti itu, menurut informasi yang disampaikan masyarakat, dapat membuat perjalanan berlangsung hingga sekitar 24 jam. Seperti yang terjadi pada hari ini, kapal yang berangkat pukul 06.00 WIB baru dapat bersandar sekitar pukul 18.00 WIB pada hari berikutnya karena menunggu pasang.

Situasi tersebut dinilai menyulitkan para penumpang yang harus menghabiskan waktu lebih lama di atas kapal sebelum dapat melanjutkan perjalanan. Sejumlah kalangan juga menilai antisipasi terhadap lonjakan kebutuhan transportasi pada musim liburan masih perlu ditingkatkan agar persoalan serupa tidak terus berulang setiap memasuki masa libur panjang.

Harapan Masyarakat Menanti Jalan Keluar

Masyarakat berharap ada langkah nyata untuk meningkatkan layanan transportasi selama musim liburan. Salah satu usulan yang disampaikan ialah penambahan frekuensi pelayaran kapal cepat Express Bahari agar mampu mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat.

Selain itu, masyarakat juga berharap Dermaga Sadai dapat kembali dioperasikan sehingga tersedia alternatif jalur penyeberangan yang dapat membantu memperlancar arus penumpang.


 

SMSI Babel Soroti Persoalan Transportasi

Ketua SMSI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bardian, turut menyoroti persoalan transportasi yang dikeluhkan masyarakat pada musim liburan.

Ia mengatakan, “harga tiket pesawat saat ini sangat mahal, ditambah tranportasi laut yg sangat minim dan lama.intinya kita berharap pemerintah pusat dan gubernur agar mencarikan solusi terkait ini”

Grasstrack Milad PBB ke-28 Siap Guncang Belitung, Yuri Kemal Hadir, Hadiah Mobil dan Ratusan Juta Rupiah Diperebutkan

Menurutnya, persoalan transportasi menuju dan dari Belitung sudah selayaknya menjadi perhatian bersama. Masyarakat berharap pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat menghadirkan solusi yang mampu menjamin ketersediaan transportasi, menjaga keterjangkauan harga tiket, serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama pada musim liburan ketika mobilitas meningkat. (Rz)

Bagikan